nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gegara Malu, Ibu Muda Tega Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan

Agregasi KR Jogja, · Selasa 31 Maret 2020 21:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 31 512 2192071 gegara-malu-ibu-muda-tega-bunuh-bayi-yang-baru-dilahirkan-R5gelUYsrS.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

TEMANGGUNG - Seorang ibu rumah tangga, HT (25) warga Desa Getas, Kaloran, Kabupaten Temanggung tega membunuh bayi yang baru dilahirkan karena pria yang menghamili tidak mau bertanggung jawab. Ia pun kini meringkuk di sel tahanan Polres Temanggung.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan bayi yang dilahirkan hasil hubungan terlarang dengan pria idaman lain, sedangkan suami sahnya bekerja sebagai TKI di Malaysia.

”Ibu ini malu, pria yang menghamili tidak mau bertanggungjawab. Ia lalu membunuh bayi yang baru dilahirkan,” kata Muhamad Ali, Selasa (31/3/2020).

Dia mengatakan jalinan terlarang dengan pria lain itu dalam satu tahun terakhir. Pria tersebut merupakan tetangga rumah yang ia ditinggali bersama ibu mertuanya. Bayi lahir di kamarnya pada Kamis 5 Maret 2020 sekitar pukul 21.30 dengan berjenis kelamin perempuan seberat 3,4 kilogram dan panjang 52 centimeter.

Baca Juga: Cemburu Buta, Pengamen Wanita Tega Aniaya Remaja Putri Hingga Tewas 

Dia mengemukakan saat bayi keluar langsung menangis yang membuat tersangka panik sehingga mengambil selimut bayi untuk membungkam mulut bayi. Seketika bayi tersebut langsung diam dan berhenti menangis. Selimut lalu digunakan untuk membungkus badan bayi dan dibiarkan tergeletak di lantai.

ilustrasi foto: ist 

Selang satu jam kemudian, terusnya, tersangka berdiri mengambil gunting di atas lemari dan menggunting tali pusar bayi tersebut, keesokan harinya Jumat 6 Maret 2020 sekitar pukul 06.00 WIB tersangka bangun tidur dan hendak ke kamar mandi, sebelum ke kamar mandi tersangka membuka selimut bayi tersebut dan melihat bayinya sudah tidak bergerak dan di bagian wajahnya sudah terlihat kehitaman, kemudian tersangka mengangkat bayi tersebut beserta selimutnya diletakkan di belakang pintu kamar.

Dikemukakan pada Sabtu 7 Maret 2020 pagi tersangka berencana pergi ke Pasar Sumowono dan ke seorang bidan di Sumowono untuk periksa karena merasakan kesakitan di bagian perutnya. Sebelum berangkat ke sumowono tersangka menyembunyikan bayinya ke dalam tas berwarna hitam dan diletakkan di belakang pintu kamar.

Baca Juga: Pengemudi Taksi Online Tewas Dibunuh di Deliserdang 

Saat berada di bidan, ujarnya, tersangka mengeluarkan plasenta kemudian menghubungi suaminya dan mengabarkan kalau tersangka pendarahan, selanjutnya suami tersangka menyuruh ayahnya untuk menyusul tersangka di bidan dan mertua tersangka membawa plasenta tersebut pulang.

“Dari plasenta tersebut keluarga tersangka merasa curiga dan mencari keberadaan bayinya dan pada sekitar pukul 21.00 WIB bayi ditemukan oleh mertua tersangka dan keluarga tersangka di belakang pintu kamar tersangka,” katanya.

Dikatakan kepolisian yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan mendapati tersangka berada di rumah tetangganya. Bayi dan tersangka dibawa ke RSUD Temanggung untuk memastikan apakah benar baru melahirkan dan dari hasil wawancara terhadap para saksi dan tersangka diperoleh keterangan bahwa benar bayi tersebut dilahirkan tersangka dan selanjutnya di bungkam mulutnya dengan selimut hingga bayi tersebut meninggal dunia.

Polisi menyita barang bukti berupa sebuah tas warna hitam, selimut warna merah, 2 buah sprei, dan sebuah gunting. Tersangka dijerat Pasal 76 C jo Pasal 80 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 342 KUHP dan atau Pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini