Dampak Corona, Arab Saudi Minta Umat Muslim Tunda Persiapan Haji Tahun Ini

Amril Amarullah, Okezone · Rabu 01 April 2020 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 01 18 2192176 dampak-corona-arab-saudi-minta-umat-muslim-tunda-persiapan-haji-tahun-ini-23lGCcOcOd.jpg Jamaag haji seluruh dunia tengah melakukan tawah di Makkah (foto: Okezone)

RIYADH – Sebelumnya pemerintah Arab Saudi pada 4 Maret 2020 memberlakukan larangan umrah sementara bagi warga muslim dunia karena penyebaran kasus kedua corona atau covid-19 di negara tersebut.

Baru-baru ini, melalui Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Benten Arab Saudi, meminta umat Islam di seluruh dunia menunda dulu rencana pergi ke Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji di tengah pandemi atau wabah virus corona baru.

Kendati demikian itu belum ada putusan akhir, karena masih menunggu pengemuman resmi dan kejelasan dari pemerintah Arab Saudi, apakah akan tetap dilaksanakan haji tahun ini atau tidak.

Ia meminta, umat muslim dunia untuk bersabar. "Umat Islam harus menunggu sebelum membuat rencana berhaji sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang virus corona," tulis surat kabar Asharq Al-Awsat, mengutip ucapan Mohammad Benten, yang disiarkan stasiun televisi pemerintah setempat Selasa kemarin.

Mohammad Benten mengatakan Kerajaan Arab Saudi siap melayani para jamaah dalam hal apa pun, tetapi prioritasnya adalah keselamatan umat Islam.

Sementara, Kementerian Agama (Kemenag) terus memantau perkembangan kebijakan Arab Saudi, terkait penyelenggaraan Haji 1441 H/2020. Bersamaan dengan itu, Kemenag juga menyiapkan dua skema penyelenggaraan haji.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, Indonesia mempersiapkan dua skenario, yakni haji tahun ini tetap diselenggarakan atau dibatalkan.

"Kemenag terus mengikuti dan memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, termasuk perkembangan pembatasan ibadah yang dilakukan Saudi di dua kota suci, Makkah dan Madinah. Kita juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi," ujar Menag di Jakarta.

Sampai saat ini, persiapan layanan di Arab Saudi, terkait pengadaan layanan akomodasi, transportasi darat dan katering terus berjalan. Namun, sesuai surat dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, pembayaran uang muka belum dilakukan. Demikian pula untuk penerbangan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini