Awal mula temuan kasus positif ini, dijelaskan Argo, bermula dari adanya siswa yang mengalami demam saat mengikuti pendidikan. Kemudian, setelah itu akhirnya ada sembilan yang dirujuk ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, lantaran diindikasikan terpapar corona.
"Kemudian kami lakukan rujuk ke Kramat Jati (RS Polri), ada 7 awalnya 7, tambah 8, jadinya 9, 1 DBD, setelah di rontgen ada seperti kabut, dan akhirnya kami rujuk biar jelas sakit apa. Sembilan orang menurut dokter itu normal sudah baik. Kami masij menunggu kapan bisa dipulamgkan dokter tapi 9 tadi normal dan baik," ucap Argo.
Dengan adanya temua awal itu, akhirnya diputuskan untuk dilakukan rapid tes kepada 1.550 siswa Setukpa. Ternyata, 300 orang dinyatakan positif corona.
"Dengan adanya hal itu, Kemudian dari sisanya 1.550 kami lakukan rapid tes, jadi ditemukan ada 300 siswa dari hasil rapid tes ini kan ingin tahu kondisi imun tubuh makanya setelah kami lakukan rapid tes ada sekitar siswa positif rapid tes 300," tutup Argo.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.