nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PSBB Cegah Corona, 3 Kepala Daerah Sepakat Malang Raya sebagai Satu Kesatuan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 01 April 2020 22:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 01 519 2192662 psbb-cegah-corona-3-kepala-daerah-sepakat-malang-raya-sebagai-satu-kesatuan-BuJ8cw7rGg.jpg Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko rapat koordinasi di Kabupaten Malang, Rabu (1/3/2020).

MALANG – Tiga kepala daerah di Malang Raya sepakat dan bersinergi mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran virus corona.

Hal ini sebagaimana hasil rapat koordinasi yang diikuti tiga kepala daerah di Malang Raya, yaitu Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (1/4/2020).

Di rapat koordinasi ini juga disepakati Malang Raya akan menjadi satu kesatuan bilamana terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Nantinya warga Malang raya tak perlu khawatir akan dibatasi pergerakannya selama di Malang Raya, mengingat banyak warga yang mempunyai mobilitas tinggi di tiga wilayah tersebut.

Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko rapat koordinasi di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (1/4/2020). (ist)

"Masyarakat Kota Batu banyak yang kerja di Kota Malang dan Kabupaten Malang, baik kabupaten (Malang) dan kota (Malang) juga demikian (masyarakat kerja di Kota Batu). Ketika ada dua kebijakan yang bertolak belakang itu membingungkan masyarakat sendiri," ujar Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Hal serupa disampaikan Bupati Malang Sanusi. Dengan adanya kesepakatan bersama antar tiga kepala daerah di Malang raya ini, menjadikan masyarakat tak perlu resah bila harus melintasi batas wilayah kota dan kabupaten, selama masih di Malang Raya.

"Kita bersama sepakat kalau ada pembatasan berskala besar, menurut saya ini kabupaten, kota (Kota Malang), dan Batu harus menyatu. Sehingga tidak membatasi sendiri-sendiri. Sehingga dibahas bersama dalam rangka memotong peredaran Covid-19 ke Malang Raya," tutur Sanusi.

Nantinya, lanjut Sanusi, warga Kabupaten Malang yang akan menuju Kota Batu atau Kota Malang tak perlu lagi melakukan pemeriksaan dan karantina mandiri sebagaimana dihimbau pemerintah pusat. Begitu pun sebaliknya. Bagi warga Kota Malang yang menuju Kabupaten Malang atau Kota Batu, tak perlu pemeriksaan kesehatan dan menjalani karantina mandiri.

"Kalau terjadi pembatasan secara bersama maka yang dibatasi Malang Raya, pos perbatasannya yang berbatasan dengan Blitar, Kediri, berbatasan dengan Pasuruan dan Lumajang, yang di dalam bebas, tidak ada pembatasan," tuturnya.

Artinya warga yang berdomisili di luar wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, harus melalui pemeriksaan di pos-pos perbatasan, seperti di Karangkates, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar, Kecamatan Kasembon yang membatasi antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Kediri.

Kemudian di perbatasan Lawang, Kabupaten Malang yang berbatasan antara Kabupaten Pasuruan dengan Malang, dan Kecamatan Ampelgading yang membatasi antara Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini