nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Virus Corona, Kota Shenzhen China Larang Warga Makan Anjing dan Kucing

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 15:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 02 18 2193026 dampak-virus-corona-kota-shenzhen-china-larang-warga-makan-anjing-dan-kucing-QdkOxFl4Pn.jpg Jual beli anjin di China. (Foto/BBC)

SHENZHEN - Kota Shenzhen di China melarang warga untuk mengonsumsi anjing dan kucing sebagai bagian tindakan menghambat perdagangan satwa liar sejak munculnya virus corona jenis baru.

Para ilmuwan menduga virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19, ditularkan ke manusia dari hewan. Beberapa infeksi paling awal ditemukan pada orang-orang di pasar satwa liar di Kota Wuhan, yang menjual kelelawar, ular, musang dan hewan lainnya.

Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 935.000 orang di seluruh dunia dan membunuh sekitar 47.000 di antaranya.

Baca juga: Kasus Kedua, Seekor Anjing Positif Virus Corona di Hong Kong

Baca juga: Kucing Peliharaan Positif Virus Corona di Hong Kong

Pihak berwenang di pusat teknologi China Selatan mengatakan larangan makan anjing dan kucing akan mulai berlaku pada 1 Mei.

"Anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan telah menjalin hubungan yang sangat dekat dengan manusia dibandin hewan lain, dan melarang konsumsi anjing dan kucing serta hewan peliharaan lainnya adalah praktik umum di negara-negara maju dan di Hong Kong dan Taiwan," kata pemerintah kota itu dalam mengutip Reuters, Kamis (2/4/2020).

"Larangan ini juga menanggapi permintaan dan semangat peradaban manusia," lanjut pernyataan.

Sebelumnya, seorang anggota parlemen China mengatakan pada akhir Februari bahwa pemerintah akan melarang perdagangan dan konsumsi hewan liar.

Pemerintah provinsi dan kota di China langusng bergerak untuk menegakkan keputusan tersebut, tetapi Shenzhen yan paling cepat menetapkan larangan makan anjing dan kucing.

Anjing secara umum dimakan di beberapa wilayah di Asia.

Liu Jianping, seorang pejabat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Shenzhen, mengatakan bahwa pasokan unggas, ternak, dan makanan laut yang tersedia sangat cukup bai warga.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa satwa liar lebih bergizi daripada unggas dan ternak," kata Liu seperti dikutip oleh media pemerintah, Shenzhen Daily.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini