JAKARTA - Merebaknya virus corona (Covid-19) membuat sejumlah pedagang mengeluh. Omzet dagangan mereka terus menurun sejak muncul di Indonesia.
Salah satunya Isni Fadillah, pedagang es kelapa muda di Jalan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia mengaku dagangannya sepi sejak corona menyerang Indonesia.
"Biasanya saya bisa jual 20 (butir) kelapa, tapi kemarin saja cuma empat," tuturnya saat ditemui Okezone, Kamis (2/4/2020).
Isni mengaku sudah lebih dari 5 tahun berjualan kelapa di kawasan Jagakarsa. Ia juga sudah memasukkan dagangannya di aplikasi antar-jemput makanan.
Dalam sehari biasanya dia mendapat 20 pemesan via aplikasi. Namun sekarang hanya beberapa saja.
"Biasanya banyak, puluhan, ini jadi sepi," tuturnya.

Warung es kelapa Isni buka sejak pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB malam. Namun sejak ada corona, ia menutup dagangannya lebih awal.
Baca juga: IDI: Identitas Pasien Covid-19 Harus Dibuka
Virus corona sangat memengaruhi penjualan pedagang. Tak jarang banyak pedagang menjerit karena minim pembeli, padahal dari hasil dagang itulah mereka hidup sehari-hari.
"Pedagang pecel aja itu sebelah saya tutup cepet karena orang sepi , jadi saya kalau dia tutup saya juga tutup, biasanya sampai jam 1 malam,” ujarnya.
Dahlan, pedagang batagor dan siomay juga merasakan hal yang sama dengan Isni. Ia biasa ngetem di dekat Madrasah Tsanawiyah Al-Makmur.
Namun kali ini ia harus berkeliling lantaran sekolah-sekolah tutup, mengakibatkan dagangannya sepi pembeli.
"Kalau sekolah buka kan enak, ini tutup semua kita bingung, ya sudah keliling," keluhnya.
Dahlan berharap virus corona segera berlalu. Terlebih, sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadan.
"Semoga saja ini cepat normal lagi, kan kita juga udah mau puasa mau lebaran butuh biaya," harapnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.