JIA – Pihak berwenang melakukan karantina wilayah alias lockdown Kota Jia di Provinsi Henan, setelah seorang warganya positif virus corona.
Mengutip SCMP, Sabtu (4/1/2020) Kota Jia, yang berpenduduk 640.000, mengeluarkan arahan pada Rabu pekan lalu. Pemerintah setempat meminta semua kompleks perumahan ditutup. Warga yang ingin meninggalkan rumah wajib membawa kartu identitas dan mengenakan masker.
Baca juga: Dampak Virus Corona, Kota Shenzhen China Larang Warga Makan Anjing dan Kucing
Warga juga harus patuh saat pemeriksaan suhu. Lalu lintas mobil juga akan dibatasi.
Langkah karantina itu dilakukan setelah seorang wanita warga setempat terinfeksi usai bertemu seorang dokter yang positif virus corona namun tidak menunjukkan gejala klinis atau asiromatik.
Pihak berwenang setempat mengatakan orang yang terinfeksi telah melakukan kontak dengan dua dokter di Jia, yang kemudian dites positif terkena virus corona, namun keduanya tidak menunjukkan gejala.
Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan ada 1.367 kasus asimtomatik di bawah karantina nasional pada 31 Maret.
Dewan Negara Tiongkok pada Jumat (3/4/2020) memutuskan untuk mendeklarasikan Sabtu (4/4/2020) sebagai hari berkabung nasional untuk memperingati para korban wabah virus corona (COVID-19) di negara itu.
"Dewan Negara memutuskan untuk mengadakan acara berkabung nasional pada 4 April untuk menyatakan belasungkawa terdalam dari orang-orang multinasional kita atas 'pahlawan yang gugur,' yang mengorbankan hidup mereka untuk memerangi epidemi virus corona baru, serta rekan senegara yang telah meninggal," demikian diumumkan Dewan Negara dalam sebuah pernyataan yang dilansir Sputnik, Jumat (3/4/2020).
Sejalan dengan keputusan Dewan Negara, bendera China di seluruh negeri dan di misi diplomatiknya di luar negeri akan diturunkan pada Sabtu. Semua acara hiburan di seluruh Tiongkok akan dibatalkan pada hari itu.
Pada pukul 10:00 waktu setempat, mengheningkan cipta selama semenit akan berlangsung di seluruh Tiongkok.
Wabah COVID-19, yang dinyatakan sebagai pandemi pada 11 Maret oleh Organisasi Kesehatan Dunia, mulai menyebar di Wuhan, China pada akhir Desember 2019.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.