SOLO - Ndalem Joyokusuman yang terletak di kawasan Kampung Gajahan, Solo merupakan salah satu tempat lokasi karantina para perantau yang tetap nekat pulang kampung. Bangunan yang masuk kedalam cagar budaya ini terletak tak jauh dari Keraton Kasunanan Surakarta.
Okezone pun penasaran ingin melihat bangunan rumah yang akan dijadikan lokasi karantina. Saat tiba di Ndalem Joyokusuman, Walikota Solo terlihat juga berada di Rumah megah dengan pekarangan seluas 11.000 meter ini.
Dahulunya Ndalem Joyokusuman ini kediaman Mr GPH Joyokusumo. GPH Joyokusuman sendiri ahli hukum yang juga merupakan salah satu putra dari Susuhunan PB X. Kemudian rumah bergaya Keraton ini dijual oleh ahli waris kepada saudagar batik ternama di Solo, Malkan Sangidoe.

Sebelum akhirnya berpindah tangan kepemilikan kepada Widjanarko Puspoyo pada tahun 2004, saat dia menjabat sebagai Kepala Bulog. Saat Widjanarko terbelit kasus korupsi impor sapi fiktif, rumah tersebut pun akhirnya disita oleh pihak Kejaksaan sebagai salah satu kekayaan uang dimiliki Widjanarko.
Kejaksaan Agung akhirnya memutuskan menyerahkan aset tersebut pada Pemkot Solo, untuk dikelola. Dan dimasa Pandemi Corona Covid-19 ini, Pemkot Solo menjadikan Ndalem Joyokusuman sebagai lokasi karantina para perantau untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Segala persiapan sudah dilakukan oleh Pemkot Solo. Beberapa kamar sudah terlihat kasur untuk para perantau. Jarak antar kasur dengan kasut lainnya, berjarak 1,5 meter. Selain kamar yang sudah dipersiapkan, lokasi berjemur sekaligus bersantai untuk para perantau selama masa karantina 14 hari pun sudah dipersiapkan.
Menurut Walikota Solo, Ndalem Joyokusuman ini mampu menampung sekira 70 orang. Semua persiapan, ungkap Rudy, sudah hampir selesai. Nantinya di setiap kamar karantina, ada penambahan tempat untuk cuci tangan di depan masing-masing kamar. Tinggal tandon air dan sekat, paling seminggu lagi selesai dan siap digunakan.
"Kalau untuk karantina 70 orang bisa menampung lah," jelas Rudy, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Rudy, kebijakan mengkarantina para perantau ini merupakan salah satu opsi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Setelah pemudik tiba di Solo, terutama pemudik dari zona merah Covid-19, baik dari Jabodetabek maupun wilayah Jawa Timur, mereka yang ber KTP Solo langsung di giring ke lokasi Karantina.
Selama menjalani masa karantina selain kesehatan mereka dipantau oleh tim medis akan ada kegiatan agar mereka tidak merasa bosan. Mereka juga akan mendapatkan pendampingan oleh Psikolog.
"Nanti ada psikolognya. Jadi bisa membangkitkan semangat mereka lagi.Ada guru olahraga, guru kesenian dan didampingi psikolog. Saat kegiatan olah raga. Untuk makan, nanti kita kasih seriap harinya," terangnya.
Selain Ndalem Joyokusuman ada dua lokasi lain yang sudah disiapkan Pemkot Solo, yakni Ndalem Priyosuhartan bekas rumah eks Kakorlantas Djoko Susilo. Dan satu lagi gedung Graha Wisata Niaga Solo.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.