Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Rabu, 1 Maret memperingatkan bahwa pelanggaran perintah karantina bisa berakhir dengan kematian.
Dia juga memerintahkan pasukan keamanan untuk menembaki para pengacau yang melakukan kekerasan saat negara itu memerangi wabah tersebut.
"Saya tidak akan ragu. Perintah saya adalah kepada polisi dan militer, serta (distrik), bahwa jika ada masalah atau situasi muncul bahwa orang-orang melawan dan nyawa Anda dipertaruhkan, tembak mati mereka,” kata Duterte.
“Apakah kamu mengerti? Mati. Alih-alih menyebabkan masalah, saya akan mengirim kamu ke kubur,” ujarnya.
Duterte menyampaikan setelah sekitar 21 penduduk di Kota Quezon, Pulau Luzon, ditangkap karena melakukan protes tanpa izin. Mereka melakukan protes karena bekerja selama lockdown. Para pemrotes merupakan pekerja pabrik dan konstruksi berpenghasilan rendah.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.