WELLINGTON - Menteri Kesehatan Selandia Baru menyebut dirinya sendiri "idiot" setelah melanggar aturan penguncian (lockdown) negara itu dengan membawa keluarganya ke pantai.
David Clark mengakui bahwa perjalanan sejauh sekira 20 km adalah "pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip penguncian".
Clark menawarkan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Jacinda Ardern, tetapi pada akhirnya tetap dipertahankan karena krisis yang sedang berlangsung. Namun ia telah diturunkan peringkatnya di kabinet dan juga kehilangan jabatan kedua sebagai menteri keuangan.
Selandia Baru telah memberlakukan lockdown tingkat empat guna mencegah penyebaran lebih lanjut virus corona (COVID-19) mulai Rabu, 25 Maret 2020. Panduan tingkat empat menyatakan orang-orang harus dikarantina atau diisolasi di rumah kecuali untuk "gerakan pribadi yang penting".
Tetapi di akhir pekan pertama sejak aturan itu berlaku, Clark justru membawa keluarganya ke Pantai Doctor’s Point sekira 20 kilometer dari rumah mereka di Dunedin.
Dia mengakui pelanggaran lockdown itu kepada PM Ardern setelah dikritik karena melakukan perjalanan lain. Pekan lalu, dia melakukan perjalanan yang lebih pendek ke jalur sepeda gunung bersama van-nya, bahkan mengambil foto di jalur tersebut.
Menyusul dua perjalanan itu, Clark telah menawarkan pengunduran diri, menyebut dirinya sendiri sebagai seorang ‘idiot’.
"Sebagai menteri kesehatan, adalah tanggung jawab saya untuk tidak hanya mengikuti aturan tetapi memberi contoh kepada warga Selandia Baru lainnya," katanya sebagaimana dilansir BBC, Selasa (7/4/2020).
"Pada saat kita meminta warga Selandia Baru untuk membuat pengorbanan bersejarah, saya telah mengecewakan tim. Saya telah menjadi idiot, dan saya mengerti mengapa orang-orang akan marah pada saya."
Namun, PM Ardern mengatakan bahwa Clark harus tetap melanjutkan pekerjaannya, karena tidak ingin ada gangguan terhadap respons sektor kesehatan di tengah pandemi virus corona.
"Kami tidak dapat menerima gangguan besar di sektor kesehatan atau tanggapan kami," kata Ardern.
"Untuk alasan itu, dan alasan itu saja, Dr Clark akan mempertahankan perannya. Tetapi dia perlu mendapat hukuman. Dia melanggar aturan.”
Pada Minggu (5/4/2020), pimpinan petugas medis Skotlandia telah mengundurkan diri melakukan kesalahan serupa dengan Clark. Catherine Calderwood ketahuan melakukan dua perjalanan ke rumah keduanya selama penguncian Covid-19 yang diberlakukan di Skotlandia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.