nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga 3 ABK Positif Corona, Sejumlah Penumpang KM Lambelu Melompat ke Laut

Adi Rianghepat, Okezone · Selasa 07 April 2020 19:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 07 340 2195685 diduga-3-abk-positif-corona-sejumlah-penumpang-km-lambelu-melompat-ke-laut-uHpu89UfLJ.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

KUPANG - Sejumlah penumpang yang masih berada di KM Lambelu dan dilarang bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores karena tiga anak buah kapal (ABK) positif terpapar Covid-19 malah nekat melompat ke laut.

Aksi melompat sejumlah penumpang itu diduga kuat sebagai reaksi panik keberadaan mereka yang masih terkatung-katung di lautan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sikka resmi melarang kapal milik pelayaran nasional Indonesia (Pelni) yang berlayar dari Nunukan Kalimantan Timur dan membawa 233 penumpang termasuk anak-anak itu karena tiga ABK positif Covid-19.

Pelarangan bersandar di pelabuhan itu disampaikan pemerintah setempat melalui surat kepada PT Pelni yang ditandatangani Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Baca Juga: 3 ABK KM Lambelu Diduga Positif Corona, Seluruh Penumpang Dilarang Turun ke Dermaga

Dalam surat tertanggal 7 April 2020 tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka, meminta KM Lambelu tak melalukan aktivitas sandar di pelabuhan untuk menurunkan penumpang demi menjaga kemungkinan menyebarnya Covid-19 kepada warga lain di daerah itu. Dasar pertimbangan yang diambil karena daerah itu masih sangat memiliki keterbatasan peralatan medis, sarana dan sumber daya dokter.

"Kebijakan ini sudah kami diskusikan juga dengan pemerintah provinsi dan karena itu kami laksanakan pelarangan tersebut," kata Bupati Fransiskus dalam surat tersebut.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT yang membidangi kesehatan, Eman Kolfidus mendesak pemerintah daerah baik di kabupaten maupun provinsi untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar bisa mendapatkan solusi yang lebih baik dan manusiawi.

Menurut dia, jika kondisi membiarkan kapal tersebut berada di lautan akan dimungkinkan menimbulkan sejumlah masalah baru. Bisa jadi akan ada lagi yang nekat melompat dan tenggelam.

"Mereka (penumpang) ini juga warga negara Indonesia. Warga Kabupaten Sikka, warga NTT. Mereka juga harus diselamatkan. Jangan biarkan mereka mati karena ambil keputusan di tengah kepanikan itu," kata politisi PDIP itu kepada Okezone melalui telepon dari Maumere Kabupaten Sikka.

Menurut dia, semua warga harus diselamatkan. Karena itu dia meminta agar KM Lambelu diizinkan sedikit merapat dekat daratan dan dikawal ketat sambil menanti hasil koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jakarta. "Ini sangat mendesak jadi saya kira pemda harus segera mengambil sikap (koordinasi) itu," kata Eman Kolfidus.

Informasi yang diperoleh dari Maumere menyebutkan saat ini kapal tersebut bersandar sejauh 2 mil dari pelabuhan karena dilarang bersandar ke Pelabuhan Lorens Say Maumere.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini