nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asrama Haji DIY Siap Tampung ODP dan PDP yang Ditolak Warga

Kuntadi, Koran SI · Selasa 07 April 2020 11:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 07 510 2195374 asrama-haji-diy-siap-tampung-odp-dan-pdp-yang-ditolak-warga-55kMNrlTIW.jpg Ilustrasi lokasi untuk pasien virus corona. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

SLEMAN – Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap mendukung langkah pemerintah dalam penanggulangan corona virus disease atau covid-19. Mereka menyiapkan Asrama Haji Transit Yogyakarta untuk digunakan menampung orang dalam pemantauan (ODP) ataupun pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona, termasuk bagi para tenaga medis yang menangani para pasien.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag DIY Sigit Warsita mengatakan saat ini saat ini asrama haji yang terletak di Jalan Ring Road Utara Yogyakarta itu sudah siap dipakai menampung para ODP ataupun ODP.

Ia melanjutkan, setidaknya ada 26 kamar standar dan 2 kamar VVIP di Gedung Musdalifah yang siap dipakai. Seluruh ruangan telah dibersihkan, termasuk sarana pendukung yang dibutuhkan juga sudah disiapkan.

"Kamarnya sudah siap. Setiap kamar bisa dihuni 2 orang," jelas Sigit dalam keterangannya, Senin 6 April 2020.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Kamar-kamar tersebut, kata dia, sudah dilakukan sterilisasi. Setiap kamar juga didesain sesuai standar yang ditentukan dari Dinas Kesehatan. Di antaranya tidak dipasangi gorden dan tidak menghidupkan AC.

Ia menerangkan, asrama akan diperuntukkan bagi ODP yang baru saja mudik atau dari luar daerah. Namun ketika akan kembali ke kampung halamannya, mereka ditolak warga, padahal kondisinya cukup sehat.

Mereka pun bisa melakukan isolasi diri di asrama ini. Bisa juga bagi pasien PDP yang sudah dinyatakan sembuh dari rumah sakit tetapi belum diterima oleh warga.

Sigit melanjutkan, setiap warga yang hendak tinggal di tempat ini harus membawa surat keterangan. Bagi warga dari luar daerah wajib membawa surat keterangan ditolak warga yang minimal dikeluarkan kepala dukuh.

Bisa juga surat keterangan dari rumah sakit yang menyatakan sudah sehat, tetapi belum bisa kembali ke rumah karena warga belum bisa menerima.

"Segala kebutuhan, termasuk keperluan pribadi, akan diurus oleh Dinas Sosial," jelasnya.

Di asrama ini juga akan disediakan mesin cuci. Harapannya setiap penghuni bisa mencuci pakaian sendiri tanpa harus banyak melakukan komunikasi dengan penghuni yang lain ataupun relawan yang ada.

"Gugus tugas dari Dinas Kesehatan akan melakukan bimtek, khususnya bagi petugas cleaning service dan keamanan," jelasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini