nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Temukan Enam Tipe Virus Corona Baru pada Kelelawar di Myanmar

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 April 2020 21:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 10 18 2197386 ilmuwan-temukan-enam-tipe-virus-corona-baru-pada-kelelawar-di-myanmar-EBHq8QF0gW.jpg Foto: Reuters.

PARA Ilmuwan telah menemukan enam jenis virus corona baru pada kelelawar di Myanmar sebagai bagian dari upaya untuk mengidentifikasi bahaya baru, sementara pandemi COVID-19 mencengkeram planet ini. 

Menurut makalah yang diterbitkan Jurnal Plos pada Kamis (9/4/2020), para peneliti dengan Program Kesehatan Global Smithsonian mengidentifikasi virus tipe baru itu melalui pengumpulan sampel yang melelahkan pada 11 spesies kelelawar di Myanmar.

Dilaporkan Sputnik, para ilmuwan telah mengumpulkan lebih dari 750 sampel air liur dan guano (kotoran kelelawar) antara tahun 2016 dan Agustus 2018 di tempat-tempat di mana manusia lebih mungkin bersentuhan dengan kelelawar melalui panen guano, praktik keagamaan, dan ekowisata.

Tampak bahwa tiga spesies kelelawar membawa tiga virus alphacorona yang sebelumnya tidak diketahui dan tiga virus betacorona baru.

Tiga virus sebelumnya bernama PREDICT-CoV-47, 82, dan 90, sedangkan tiga virus terakhir disebut sebagai PREDICT-CoV-92, 93, dan 96. Bagian "PREDICT" dari nama yang terkait dengan eponim itu adalah Program Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berupaya mengidentifikasi penyakit menular baru yang dapat menyebar dari satwa liar ke manusia. 

Strain yang baru ditemukan itu merupakan anggota keluarga virus corona, tetapi dianggap tidak terkait erat dengan virus yang menyebabkan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) atau COVID-19. Juga tidak jelas apakah strain virus itu dapat menginfeksi manusia, dan betapa berbahayanya mereka bagi kesehatan manusia.

“Banyak coronavirus mungkin tidak menimbulkan risiko bagi manusia, tetapi ketika kami mengidentifikasi penyakit ini sejak dini pada hewan, pada sumbernya, kami memiliki peluang berharga untuk menyelidiki potensi ancaman,” kata Direktur Program Kesehatan Global Smithsonian Suzan Murray, yang juga turut menulis studi itu, dalam siaran pers.

"Pengawasan waspada, penelitian dan pendidikan adalah alat terbaik yang kita miliki untuk mencegah pandemi sebelum terjadi."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini