ROMA - Italia melaporkan jumlah kematian baru akibat virus korona yang terendah dalam tiga minggu. Dan para pejabat mengatakan perawatan inap, termasuk jumlah pasien yang masuk ruang perawatan intensif juga berkurang.
Italia merupakan pusat pandemi COVID-19 di Eropa, dengan lebih dari 156.000 kasus virus corona.
Baca juga: 100 Dokter di Italia Meninggal karena Virus Corona
Baca juga: Italia Kibarkan Bendera Setengah Tiang Kenang Korban Meninggal Virus Corona
Sebagian pakar Italia mengatakan jumlah pastinya mungkin lebih tinggi karena tingkat fatalitas yang tinggi di panti-panti jompo di mana banyak pasien belum dites sebelum meninggal dunia.
Associated Press, yang melakukan penghitungan mandiri, melaporkan jumlah kematian akibat virus corona di panti-panti jompo di Amerika Serikat telah melonjak sejak awal April menjadi lebih dari 3.300.
Namun, seperti Italia, jumlah pastinya mungkin tidak akan pernah diketahui karena banyak pasien meninggal dunia sebelum sempat dites.
Dr. Deborah Birx, anggota satgas COVID-19 Gedung Putih, menyakini tes di fasilitas-fasilitas bagi warga lansia harus menjadi prioritas.
“Kita harus memastikan agar panti-panti jompo diawasi. Caranya? Dengan melakukan tes secara aktif di panti-panti jompo, baik para lansia dan para pekerja, setiap saat," kata Birx.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.