Namun, jika memang nantinya tidak bisa dilakukan penutupan secara penuh, para kepala daerah memberikan alternatif pilihan yakni pembatasan jam operasional KRL Commuter Line saat jam kerja.
"Ada alternatif jika tidak bisa ditutup penuh. Operasional kereta hanya dilakukan bukan jam kerja. Contohnya jam operasional kereta hanya dari jam 11 sampai 2 siang saja. Agar tidak terjadi seperti tadi pagi (penumpukan penumpang di Stasiun Bogor) keluhan itu juga di stasiun lain. Permasalahannya di ketidakmampuan kita semua melakukan social distancing di dalam transportasi kereta," tuturnya.

Usulan itu akan dituangkan dalam surat resmi kepada Gubernur Jakarta, Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan, PT KAI dan PT KCI.
"Semua ini agar tujuan dari pada social distancing yang sudah memakan biaya besar ini tidak sia-sia. Kita bicaranya jaring pengaman sosial, distribusi bantuan agar cepat juga ingin kembali normal. Tapi di satu sisi kita produksi Covid-19 dan bagaimana pelaksanaan PSBB ini efektif. Respons PT KAI menyatakan kesanggupannya, jadi tidak menutup kemungkinan (penutupan). Besok Insya allah suratnya dikonsepsi. Kita sudah sepakat kolektif saja ditandatangani kemudian disampaikan," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.