
Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengakui tak mudah mengatur masyarakat yang menggunakan moda transportasi, terutama KRL.
"Sulit juga mengatur penumpang di KRL, solusinya mungkin bisa ditambahkan gerbong kereta. Ini tidak mudah, kita serahkan semuanya ke PT KAI," jelasnya dalam teleconference iNewsTV.
Idris mengakui, adanya penumpukan penumpang di beberapa stasiun KRL karena belum terlaksananya PSBB di Depok dan Bogor. Sementara, PSBB sudah efektif dilakukan di DKI Jakarta.
"Mudah-mudahan ini kalau konsep PSBB-nya sudah jalan, kita bisa sama-sama menanggulangi masalah itu," jelasnya. (Baca Juga: Penumpang KRL Menumpuk di Stasiun Dampak Penerapan PSBB)
PSBB Disebut Tak Efektif Tangkal Corona
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai, kebijakan PSBB tersebut tidak efektif mencegah penyebaran virus corona di Ibu Kota. Pasalnya, masih banyak warga yang berkumpul seperti di moda transportasi KRL.
"Saya jadinya tidak yakin dengan PSBB ini seperti di Jakarta orang tetap berkerumun, pelanggaramnya juga banyak. Tidak ada physical distancing, itu lihat tadi pagi orang berjubel naik KRL," kata Trubus saat berbincang dengan Okezone.
Trubus menilai, kebijakan PSBB ini juga terlalu birokratis. Sebab, masih ada usulan PSBB yang diajukan pemerintah daerah namun ditolak oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.
"(Sekarang) dampaknya penyebaran Covid-nya sudah tidak bisa ditanggulangi lagi. Penyebaran Covid-19 sudah ke mana-mana. Kita masih sibuk soal administrasi," ujarnya.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.