Rumah Makan di Padang Diminta Layani Pembeli yang Pakai Masker

Rus Akbar, Okezone · Selasa 14 April 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 340 2198819 rumah-makan-di-padang-diminta-layani-pembeli-yang-pakai-masker-7DQS4g8CQN.jpg Ilustrasi masker untuk mencegah virus corona. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, membuat kebijakan baru untuk mencegah persebaran corona virus disease (covid-19). Di antaranya ditujukan kepada para pelaku usaha dagang makanan dan minuman atau rumah makan.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, seluruh pelaku usaha, pedagang, termasuk karyawan dapat melakukan aktivitas usaha ekonomi setiap hari dengan mengenakan masker dan melayani konsumen yang juga memakai masker.

"Tapi pelaku usaha, baik itu pedagang, rumah makan, atau usaha lainnya, diminta untuk tidak menyediakan tempat duduk kepada konsumen untuk makan dan minum di tempat. Kecuali untuk menunggu layanan atau antrean makanan dan minuman dibawa pulang dengan tetap memerhatikan aturan physical distancing," ungkapnya, Selasa (14/4/2020).

Kemudian pembatasan jam berjualan bagi seluruh pelaku usaha, pedagang, hanya sampai pukul 22.00 WIB setiap harinya.

"Kepada seluruh masyarakat yang berada di Kota Padang diminta untuk menerima dan melaksanakan keputusan ini demi percepatan penyelesaian dampak covid-19. Keputusan ini ditetapkan dan berlaku sejak 12 April 2020 hingga waktu pemberhentian selanjutnya," terang dia.

Info grafis update jumlah pasien virus corona per 13 April 2020. (Foto: Okezone)

Sehubungan dengan keputusan tersebut, Mahyeldi mengharapkan kepatuhan warga Kota Padang agar menaati bersama-sama.

"Kami sangat mengharapkan sekali kesadaran masyakat untuk disiplin mematuhi semua instruksi dan imbauan yang telah dikeluarkan Pemkot Padang sehingga mata rantai persebaran virus corona ini dapat kita tekan," ujarnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga tengah berupaya keras mengatasi persebaran virus corono di Kota Padang. Pemkot Padang telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk membatu masyarakat yang terdampak covid-19, terutama mengenai perekonomi mereka.

"Saat ini kita sedang menyiapkan data-data masyarakat yang terdampak ekonominya. Jika sudah selesai, bantuan akan kita bagikan," tutupnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini