JAKARTA - Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19, Andre Rahadian menyebut, rumah sakit rujukan ataupun darurat masih kekurangan tenaga medis, yakni dokter dan perawat untuk menangani virus corona.
"Kebutuhan dari RS rujukan dan RS darurat terus masuk dan kebutuhannya saya lihat pada umumnya dokter dan perawat," kata Andre dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020).
Sejauh ini, relawan medis hanya terdaftar sebanyak 4.401 (20%) dari total jumlah relawan berjumlah 23.472 (80%).
Dengan adanya kebutuhan itu, Andre mengajak seluruh dokter dan perawat di Indonesia bergabung sebagai relawan, bersama-sama memerangi corona.
Baca juga: 23.472 Orang Mendaftar Jadi Relawan Lawan Corona, 80% Nonmedis
"Kami mencoba mengajak semua relawan medis untuk terus mendaftar," ujar Andre.
Nantinya,para relawan medis itu akan diberikan pelatihan untuk menangani pasien Covid-19. Setelah itu, mereka akan ditempatkan pada rumah sakit yang membutuhkan.

"Untuk relawan medis kami bekerja sama pelatihan dan penempatannya dengan Badan PPSDM Kesehatan dan ini sudah berjalan baik," ucap Andre.
Sampai dengan hari ini. sudah ada 23.472 orang yang mendaftarkan dirinya relawan untuk melawan penyebaran Covid-19 atau virus corona di Indonesia. Relawan itu terbagi menjadi dua kategori, yakni relawan medis dan nonmedis. Adapun pejuang kemanusiaan tersebut tersebar di seluruh Indonesia.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.