"Kalau perlu dicek yang mau masuk stasiun benar-benar orang yang akan kerja, dengan nunjukin surat keterangan dari kantor," tuturnya.
Sebab menurut Nurcahyo, menghentikan operasional KRL terlalu berisiko jika sejumlah perusahaan di Jakarta masih meminta karyawannya masuk kantor. Karena itu, mereka akan tetap membutuhkan KRL.
"Ya, selama kantor yang di luar pengecualian PSBB masih pada belum tutup, para karyawannya masih banyak yang naik KRL. Belum lagi yang kerjanya informal, yang kalau mreka tidak bekerja, tidak punya penghasilan, dan mreka sangat tergantung sana KRL untuk aktivitasnya," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.