PADANG - Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol Toni Harmanto mengimbau warga Sumbar untuk meniadakan tradisi mandi balimau di tempat lokasi wisata. Kegiatan itu akan mengundang keramaian dan dikhawatirkan terjadi penularan virus corona (Covid-19).
“Kami minta seluruh masyarakat Sumatera Barat, budaya-budaya harus mandi pada saat bulan Ramadan (tradisi balimau) ditinggalkan karena ini akan terjadi penyebaran dan penularan Covid-19,” kata Kapolda, Senin (20/4/2020)
Hal itu dipertegas oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, yang tidak akan memberikan izin melakukan acara balimau saat menyambut Ramadan 1441 H/2020 M di seluruh tempaf di Kota Padang.
"Pelaksanaan balimau tersebut jelas merupakan kegiatan yang membuat keramaian, itu merupakan pelanggaran terhadap pelarangan pembatasan sosial (sosial distancing) dan pembatasan fisik (physical distancing). Bila ini dilakukan jelas mempermudah penyebaran Covid-19," tegas Mahyeldi.

Mahyedi menyampaikan, penyebaran virus corona berpindah dari manusia ke manusia. Bila ada keramaian, potensi pindah dari manusia ke manusia akan tinggi. “Apalagi nantinya, orang akan banyak tidak gunakan masker saat mandi-mandi balimau, itu akan membuat situasi tambah berbahaya,” katanya.
Baca juga: Perangi Corona, Indonesia Datangkan Reagen PCR dan APD dari Korea Selatan
Tradisi balimau adalah kebiasaan mandi untuk membersihkan diri, di daerah sungai dan pantai di Padang. Tradisi ini diikuti oleh ribuan warga.
Balimau atau mandi dengan air limau ini, merupakan tradisi masyarakat minang di Kota Padang, Sumatera Barat. Tradisi ini dilakukan masyarakat tepat sehari sebelum masuknya Ramadan.
Selain jeruk nipis sebagai bahan utama, ada pula daun pandan, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu. Bahan-bahan alami ini lalu dimasukkan secara bersamaan ke air hangat sehingga menjadi satu kesatuan yang disebut dengan balimau.
Masyarakat Minangkabau pada zaman dahulu, menjadikan mandi balimau sebagai upaya membersihkan diri dan jiwa sebelum memasuki Ramadan. Selain itu untuk kenyamanan batin.
Namun seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai bergeser. Balimau kini lebih dimaknai dengan bertamasya ke tempat-tempat pemandian. Bahkan para muda-mudi menjadikan momen ini untuk berpacaran.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.