Cacing-Cacing Keluar dari Tanah di Soloraya, Fenomena Apa?

Agregasi Solopos, · Senin 20 April 2020 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 512 2201802 cacing-cacing-keluar-dari-tanah-di-solo-raya-fenomena-apa-i0e0mBtSjf.jpg Fenomena cacing keluar dari dalam tanah di Jatinom Klaten. (Foto: @kabar_klaten)

SOLO – Mendadak ratusan cacing keluar dari dalam tanah di sejumlah daerah di Soloraya, Provinsi Jawa Tengah. Di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Jebres-Kota Solo dan Kecamatan Jatinom-Kabupaten Klaten.

Mengutip dari Solopos, Senin (20/4/2020), fenomena ini sempat menggegerkan warga. Cacing-cacing itu keluar pada pagi hari yang dimulai pada Jumat lalu, kemudian merayap ke permukaan tanah sebelum akhirnya mati. Ada juga cacing yang kembali ke dalam tanah.

"Awalnya tidak banyak, mungkin puluhan. Tapi menurut saya aneh sekali, karena tidak biasa. Sebagian saya sapu ke bawah pohon mangga, sebagian lagi mati. Menjelang siang, cacing-cacing itu sudah tidak ada. Sebenarnya tidak masalah, tapi anak-anak jijik karena merayap ke mana-mana. Daripada mereka heboh, saya bersihkan saja," kata Riri Anwari, warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres.

Fenomena serupa juga muncul di Pasar Gede Solo pada Sabtu lalu sekitar pukul 05.30 WIB. Ratusan cacing itu keluar dari tanah di taman sebelah utara Pasar Gede Solo lalu merayap hingga trotoar.

"Kalau dikumpulkan bisa satu ember kecil penuh. Saat saya lihat, langsung saya bersihkan, karena takut pembeli jadi tidak nyaman, karena saya jualan bakso," ungkap Marsono Hadiwiyono, salah seorang pedagang di sana.

Marsono membersihkan cacing-cacing itu hingga pukul 08.00 WIB, namun masih keluar lagi beberapa ekor, tidak sebanyak sebelumnya. 

Fenomena munculnya ribuan cacing di Soloraya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya disebut akibat penyemprotan disinfektan yang belakangan kerap dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Namun, Pakar Lingkungan Hidup dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono, meyakini fenomena cacing itu tidak terkait semprotan disinfektan.

"Penyemprotan disinfektan itu enggak seperti air yang disiram ke tanah, kemudian cacingnya muncul atau lokalis ya, hanya satu tempat. Daerah saya juga. Tapi ini kejadiannya di banyak tempat, masif. Tahun-tahun sebelumnya enggak seperti ini. Artinya, ada anomali," jelas Prabang kepada Solopos.

Ia mengatakan, cacing keluar dari habitatnya disebabkan kelembapan tanah yang berubah drastis akibat suhunya meningkat. Biasanya sebagai tanda transisi musim hujan ke musim kemarau.

"Sebulan-dua bulan sebelum transisi," terangnya.

Kendati demikian, Prabang mengakui fenomena cacing di Soloraya ini agak aneh. Dirinya tidak menampik kemungkinan ada dinamika di bawah kerak bumi yang terkait dengan fenomena ini. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini