PBB mengatakan puluhan warga sipil telah terbunuh ketika pertempuran antara militer dan kelompok etnis bersenjata Arakan meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Negara-negara termasuk Inggris dan AS telah menyerukan diakhirinya pertempuran di tengah pandemi global coronavirus.
Berdasarkan laporan terbaru, lebih dari 80 kasus telah dilaporkan di Myanmar, bersama dengan empat kematian.
Tentara Arakan, etnis Budha yang telah meningkatkan kampanye mereka untuk memerintah sendiri dalam dua tahun terakhir, mengumumkan gencatan senjata selama sebulan, tetapi ini ditolak oleh pemerintah.
Tentara Arakan yang telah meningkatkan kampanye mereka untuk memisahkan diri dari Myanmar dalam dua tahun terakhir, mengumumkan gencatan senjata selama sebulan. Namun gencatan senjata itu ditolak oleh pemerintah.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.