Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Kartini, Pimpinan Perempuan di KPK Minta Wanita Jadi Pejuang Antikorupsi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |11:28 WIB
Hari Kartini, Pimpinan Perempuan di KPK Minta Wanita Jadi Pejuang Antikorupsi
Lili Pintauli Siregar. (Foto: Youtube)
A
A
A

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar menitipkan pesan antikorupsi untuk seluruh perempuan di Indonesia. Pesan antikorupsi itu sengaja dilontarkan Lili guna memperingati Hari Kartini pada hari ini, Selasa (21/4/2020).

Lili yang merupakan satu-satunya pimpinan perempuan di KPK berpesan, agar semua wanita Indonesia bisa menjadi agen perubahan dalam pemberantasan korupsi. Utamanya di dalam ruang lingkup keluarga. Dia berharap perempuan di Indonesia dapat menjadi pengawas keluarga.

"Untuk saudara-saudaraku perempuan, jadilah agen perubahan mencegah perbuatan korupsi. Ajari keluarga, suami, diri sendiri dan anak-anak untuk tetap hidup sederhana peduli sesama, pastikan semua penerimaan didapat dengan jujur dan bersih," ujar Lili kepada Okezone, Selasa (21/4/2020).

Lili membagikan kisahnya sebagai ibu di keluarga, merangkap tugasnya sebagai Pimpinan KPK. Terlebih di masa pandemi virus corona (Covid-19), menjadi perempuan Indonesia sungguh berat.

Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

"Terasa sebagai perempuan Indonesia masa sekarang beban semakin berat, wabah memaksa perempuan berpikir keras untuk tetap memberi gizi, memberi kenyamanan bagi anak-anak dan keluarga," bebernya.

Baca juga: Maknai Hari Kartini, Khofifah Sebut Perempuan Berperan Penting Hadapi Pandemi Covid-19

Menurut Lili, peran perempuan untuk keluarga di saat pandemi Covid-19 sangat penting. Utamanya bagi yang sudah berumah tangga. Kata Lili, perempuan harus bisa menjaga anak-anaknya agar tidak keluar rumah.

"Tak hanya itu, perempuan Indonesia harus mengambil peran turut serta mendukung himbauan pemerintah menjaga keluarga agar menghindari melakukan aktivitas di luar rumah sebagai peran masyarakat memutus mata rantai menyebarkan Covid," ujar Lili.

"Sebagai perempuan Indonesia berperan mengingatkan keluarga, diri sendiri, untuk tidak menggunakan kesempatan sempit, sulit, seperti ini melakukan perbuatan yang tercela," kata dia.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement