Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sosok Kartini saat Pandemi Corona: Berjuang Jadi Tenaga Medis Sekaligus Berperan sebagai Ibu

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |11:28 WIB
Sosok Kartini saat Pandemi Corona: Berjuang Jadi Tenaga Medis Sekaligus Berperan sebagai Ibu
Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Jakarta, dr. Erlina Burhan, SP.P(K) (Foto: YouTube BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Sosok perempuan menjadi salah satu penggawa garis terdepan dalam menangani pasien virus corona di Indonesia. Bagaimana tidak, banyak tenaga medis wanita di rumah sakit, mulai dari dokter, perawat dan paramedis ikut berjibaku melawan pandemi virus corona (Covid-19).

Sejurus kemudian, para tenaga medis perempuan itu memiliki peran ganda dalam kehidupannya. Mereka juga harus menjalankan tugas sebagai seorang ibu bagi anak-anak mereka di rumah. Tak berlebihan kiranya, jika mereka dicap sebagai sosok Kartini di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Saya dokter tapi ibu rumah tangga juga di rumah. Anak-anak saya mereka belajar di rumah saya tidak punya waktu banyak dampingi karena kerja di RS, tapi saya tanyakan hari ini belajar apa saja ke anak saya," kata Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, dalam dialog bertajuk 'Peran Para Kartini di saat Pandemi Covud-19' di Gedung Graha BNPB Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Di tengah pandemi Covid-19, Erlina mengaku memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit. Dia tersadar, mewabahnya virus corona memerlukan tenaga dan ilmunya saat ditimbanya dahulu.

Meski perannya dibutuhkan bangsa saat pagebluk corona, dirinya tak pernah sedikitpun melupan hakikatnya sebagai ibu dari tiga orang anaknya tersebut. Perhatian kecil selalu diberikan, di tengah kesibukannya menangani pasien.

"Berikan edukasi ke keluarga kenapa harus cuci tangan, gunakan masker, jaga jarak dan saya di rumah selalu sediakan makanan bergizi," cerita Erlina membagi peran sebagai tenaga medis dan seorang ibu.

Erlina hanya salah satu sosok yang membagikan cerita sebagai tenaga medis tapi harus tetap perhatian ke keluarganya. Masih banyak tenaga medis dan paramedis diluar sana yang memiliki peran serupa di tengah pandemi Covid-19.

Mengingat, dari data yang ada, 80 persen di rumah sakit perawat atau suster itu merupakan sosok perempuan. Sedangkan, 50 persen untuk yang berprofesi sebagai dokter. Jangan lupa bahwa wanita juga seorang ibu di rumah.

Kembali ke sosok Erlina. Menurutnya, tenaga kesehatan perempuan yang ada saat ini memiliki peran lebih dari petugas medis dan seorang ibu. Ya, mereka juga kadang dibutuhkan sosoknya di lingkungan masyarakat.

"Tapi dengan lingkungan misalnya ada tukang sayur berikan edukasi, kemudian tetangga melalui WhatsApp. Dan teman-teman grup arisan dan RT-RW. Perempuan juga punya peran di masyarakat," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement