Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lenyapnya Bisnis Triliunan Disebabkan Pandemi Corona

Salman Mardira , Jurnalis-Rabu, 22 April 2020 |22:01 WIB
Lenyapnya Bisnis Triliunan Disebabkan Pandemi Corona
Warga menatap bangunan hotel di Jakarta (Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

PANDEMI Covid-19 berdampak serius terhadap perekonomian terutama sektor perhotelan. Sudah 1.500 hotel di seluruh Indonesia ditutup akibat okupansi atau tingkat huniannya turun selama virus corona mewabah. Ribuan orang kehilangan pekerjaan.

Anjloknya tingkat hunian hotel akibat dari matinya sektor pariwisata selama pandemi corona. Pemerintah menutup objek wisata dan tempat hiburan untuk menghindari terjadinya keramaian yang bisa mempercepat penyebaran Covid-19 serta membatasi aktivitas masyarakat.

Berbagai negara mengisolasi diri dan membatasi penerbangan. Indonesia juga memperketat masuknya orang asing.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengakui kalau pariwisata adalah sektor pertama paling berdampak corona.

"Berbicara sektor pariwisata tidak hanya berbicara hotel dan lain-lain juga ada jutaan pekerjaan di sana ada UKM. Ada penduduk daerah tertentu yang mengandalkan pariwisata. Ada supply chain pariwisata yang jumlahnya besar," katanya dalam video konferensi beberapa waktu lalu.wishnutama

Wishnutama (Okezone)

Wishnutama pernah mengungkapkan data jumlah hotel yang sudah tutup akibat corona, dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin 6 April 2020.

"Hotel tutup sementara gara-gara pandemi virus corona ini sudah mencapai 1.500 hotel," ujarnya.

Baca juga: Larangan Mudik dan Jeritan UMKM di Pantura

Dia mencontohkan Bali yang selama ini menjadikan pariwisata sebagai unggulan. Sejak ada pembatasan penerbangan, tingkat hunian hotel di Pulau Dewata hanya 30%. Sedangkan sejak adanya pembatasan pergerakan orang atau social distancing, tingkat hunian hotel anjlok lagi ke 5%.

"Hari ini begitu banyak kekhawatiran karyawan di rumahkan PHK omset turun usaha merugi tingkat hunian hotel bahkan 30% kalau catatan kami bahkan sampai 5% sampai 0%," kata Wishnutama.

Bisnis rumah makan atau restoran juga terdampak. Tercatat restoran dan rumah makan mengalami penurunan omset sebesar 70%.

"Restoran secara konvensional sepi, pusat-pusat perbelanjaan tutup. Pedagang souvenir banyak yang harus tutup sementara," kata Wishnutama.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Klungkung, Bali, Wayan Karyana menyebutkan, ada 879 hotel di Bali tutup akibat tak ada tamu. 439 di antaranya ada di sekitar Lembongan, dengan jumlah 5.268 kamar. Sisanya 440 hotel dengan 3.520 kamar di Nusa Gede.

Di Jawa Timur juga sudah 180 hotel berbintang hingga nonbintang yang sudah tak beroperasi selama pandemi corona. Karyawannya harus di rumahkan.

"Secara keseluruhan di hotel dan restoran ada 15.000 pekerja yang dirumahkan," kata Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, awal April lalu.Ilustrasi

PHRI Sumatera Barat juga mencatat ada 26 hotel di provinsi itu yang tutup hingga batas waktu belum ditentukan akibat corona hingga awal April. “Penutupanya karena okupansi hotel menurun. Okupansi hotel di Sumbar itu hanya 5 persen," ujar Ketua PHRI Sumbar, Maulana Yusran.

Menurutnya sekira 2.500 karyawan hotel ditutup dirumahkan. Sebagian masih dibayar gaji separuh oleh perusahaan, lainnya tak digaji lagi karena manajemen merugi.

Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) DI Yogyakarta mengatakan, banyak tamu yang membatalkan kamar hotel yang sudah dipesan sejak merebaknya corona. Selama Februari-Maret 2020 tercatat ada 14.744 pembatalan kamar hotel di DIY.

“Jika dikalkulasi ada loss sekitar Rp33,6 Miliar. Okupansi hotel DIY Februari-Maret per 14 Maret sejak diumumkan ada penderita Corona di DIY turun mencapai 17,8 persen dan dalam 3 hari setelahnya, turun lagi menjadi 18,17 persen," ujar Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono seperti dikutip dari KrJogja.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement