Pontianak Terapkan PSBB jika Peningkatan Kasus Covid-19 Signifikan

Ade Putra, Okezone · Rabu 22 April 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 340 2203053 pontianak-terapkan-psbb-jika-peningkatan-kasus-covid-19-signifikan-hqcWjKVY5W.jpg Penanganan pasien virus corona. (Foto: Dok Okezone/M Aditya PP)

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menggelar rapat koordinasi membahas rencana kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dalam rapat ini Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa belum saatnya Pontianak menerapkan PSBB.

"Rapat koordinasi ini kita membahas perlu atau tidaknya diterapkannya PSBB di Kota Pontianak. Kita belum memutuskan PSBB. Kalaupun seandainya diterapkan PSBB, maka memerlukan tahapan yang panjang," ujar Edi usai rapat koordinasi di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa 21 April 2020.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri Ketua DPRD Kota Pontianak, Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat daerah pemilihan Kota Pontianak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama serta organisasi perangkat daerah (OPD) ini Edi menyebut penerapan PSBB akan dilakukan apabila terjadi peningkatan kasus terinfeksi covid-19 yang cukup signifikan.

"Untuk itu, pihaknya terus memantau perkembangan angka warga yang terpapar. Apabila jumlah warga yang positif sudah tidak ada lagi, maka tidak perlu dilakukan PSBB," katanya.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Nantinya, lanjut dia, jika Kota Pontianak memantapkan diri menerapkan PSBB, maka harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah, serta daerah lainnya.

"Jika Kota Pontianak diterapkan PSBB maka harus berkoordinasi dengan daerah Kabupaten Kubu Raya dan daerah lainnya," jelas dia.

Maka itu, lanjut Edi, apabila menerapkan PSBB maka wilayah sekitar Pontianak juga harus mengikutinya agar berjalan efektif.

"Dalam rapat tersebut ada juga beberapa saran dan masukan sehingga saat ini kita masih terus melihat perkembangan pandemi covid-19," tutur Edi.

Oleh karena itu, terang dia, saat ini pola physical distancing tetap diterapkan. Langkah tersebut dinilai sudah memiliki dampak, syaratnya dilakukan terus-menerus, sehingga harus diperpanjang.

"Selain gencar menerapkan physical distancing atau menjaga jarak, gerakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta mengenakan masker terus gencar disosialisasikan. Kita juga terus mengedukasi masyarakat untuk terus waspada dalam menghadapi pandemi covid-19," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini