Nekat Mudik, Warga Grogol Sukoharjo Wajib Karantina di Gedung Beralaskan Tikar

Agregasi Solopos, · Rabu 22 April 2020 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 512 2203146 nekat-mudik-warga-grogol-sukoharjo-wajib-karantina-di-gedung-beralaskan-tikar-YxDdaGEYIT.jpg Gedung Serbaguna Desa Grogol, Sukoharjo, menjadi tempat karantina warga yang nekat mudik. (Foto: Istimewa/Solopos)

SUKOHARJO – Warga Desa Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang nekat mudik saat masa pandemi corona virus disease (covid-19) ini akan diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari di sebuah gedung serbaguna sederhana beralaskan tikar yang sudah disediakan.

Pemerintah Desa Grogol juga telah menyiapkan logistik pangan selama karantina. Gedung karantina tersebut mampu menampung hingga 100 orang.

Kades Grogol Heri Putut mengatakan rumah karantina atau isolasi ini sebagai upaya pencegahan persebaran virus corona.

"Setiap pemudik yang datang akan kita langsung masukkan ke gedung karantina selama 14 hari," kata Heri, Rabu (22/4/2020), sebagaimana dikutip dari Solopos.

Ia mengatakan, gedung karantina disiapkan secara sederhana. Para pemudik yang datang akan masuk ke sana selama 14 hari dengan tidur beralaskan tikar seadanya.

Heri berharap pemudik bisa menahan diri untuk tidak nekat pulang kampung. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan warga dilarang mudik dan akan dijatuhi sanksi penjara hingga setahun apabila membandel.

"Gedung karantina ini sengaja kita buat agar pemudik tidak nekat balik. Karena fasilitasnya ya seadanya dengan keterbatasan dana," kata dia.

Meski demikian, Pemdes Grogol memperbolehkan apabila keluarga mengirim makanan bagi wajib karantina. Namun, tentunya dengan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu.

Heri menjelaskan, saat ini jumlah pemudik yang tiba di Desa Grogol, Sukoharjo, ada 150 orang. Mereka sedang melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

"Pemudik yang akan datang tak bisa karantina mandiri. Harus jadi satu di gedung serbaguna," katanya.

Sementara Lurah Dukuh, Kecamatan Sukoharjo, Tri Budi Setiawan, mengatakan sejauh ini masih mengandalkan karantina mandiri bagi pemudik yang datang ke wilayahnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan mereka juga menyiapkan rumah isolasi bagi para pemudik yang nekat pulang kampung.

"Kami masih menunggu koordinasi dengan pihak kecamatan, karena kami harus menyiapkan lokasi mana yang tepat untuk rumah isolasi pemudik ini," jelasnya.

Sebelumnya Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menginstruksikan seluruh desa atau kelurahan menyiapkan rumah karantina bagi pemudik atau pendatang.

Tidak tanggung-tanggung, Wardoyo meminta desa atau kelurahan menyiapkan masing-masing 14 rumah isolasi di wilayahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini