Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Video Polisi Australia Kejar Pelanggar Lockdown dengan Helikopter Dikritik Pedas Warganet

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 23 April 2020 |12:58 WIB
Video Polisi Australia Kejar Pelanggar <i>Lockdown</i> dengan Helikopter Dikritik Pedas Warganet
Foto: Twitter/@Independent.
A
A
A

QUEENSLAND - Sebuah video penglihatan malam yang memperlihatkan polisi di Queensland, Australia, menangkap tiga pria yang melanggar penguncian (lockdown) dengan minum-minum di atap telah beredar di media sosial. Adegan yang terlihat dalam rekaman menimbulkan kritik keras warganet yang membandingkannya dengan Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II.

Klip video berdurasi satu menit yang di-posting pada Rabu (22/4/2020) oleh Independent, media yang berbasis di Inggris, menunjukkan tiga pemuda diberitahu polisi bahwa mereka telah dikepung dan harus menyerah. Menurut Independent, rekaman itu direkam dengan kamera thermal dari helikopter.

Sebagian besar warganet di Twitter bereaksi terkejut atas video itu, tidak percaya bahwa polisi menggunakan respons yang begitu besar untuk menindak pelanggar penguncian. Banyak yang mengkritik tindakan polisi itu, menyebutnya sebagai "melebihi penyalahgunaan kekuasaan yang gila" atau "pengaturan yang berlebihan".

“Mereka membuang-buang sumber daya polisi untuk tidak hanya mendapatkan helikopter di udara, tetapi (untuk) mengepung gedung dengan petugas? Semua hanya untuk tiga orang yang minum bir di atap? " kata salah satu komentar sebagaimana dikutip dari Russia Today.

Yang lain merespons dengan meme yang membandingkan kepolisian Queensland dengan Hitler, atau polisi Jerman Timur, Stasi, yang dikenal kejam.

Namun, keterangan sedikit berbeda disampaikan oleh seorang jurnalis Melbourne, Tyson Whelan, yang melalui cuitannya menjelaskan bahwa ketiga pria dalam video itu menerobos masuk ke lokasi konstruksi pada malam hari. Polisi merespons laporan mengenai aksi ketiga pria itu, sebelum menahan dan mendenda mereka karena melanggar aturan sosial tentang penjagaan jarak. Whelan mengatakan, tindakan yang dilakukan polisi sudah sesuai dengan protokol.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement