Penerapan PSBB Belum Optimal di Pos Perbatasan Sumbar-Riau

Rus Akbar, Okezone · Kamis 23 April 2020 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 340 2203947 penerapan-psbb-belum-optimal-di-pos-perbatasan-sumbar-riau-8dsrHN9n8z.png Wagub Sumbar, Nasrul Abit. (Foto: Okezone.com/Rus Akbar)

LIMAPULUHKOTA - Belum ada pembatasan orang masuk ke Sumatera Barat (Sumbar), setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat meninjau pelaksanaan PSBB di Pos Perbatasan Sumbar-Riau di Nagari Tanjung Balik,  Kecamatan Pangkalan Koto Baru, kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (23/4/2020). 

Wagub Sumbar menyayangkan penerapan PSBB belum maksimal. Pasalnya, masih ada dua bus penumpang bermuatan 60 orang bisa masuk ke Sumbar.

“Kita tadi melihat ada 97 orang penumpang yang datang dari Malaysia masuk Sumbar dan mereka akan menyebar di berbagai daerah di Sumatera Barat. Seharusnya penumpang bis tersebut diturunkan setengah sesuai aturan penerapan PSBB. Namun kesiapan petugas dan sarana tenda belum ada,” ujar Nasrul. 

Pihaknya masih melakukan pembinaan lapangan, termasuk kepada orang yang masuk Sumbar. "Kita berharap dengan diterapkannya PSBB ini merupakan percepatan bagaimana penyebaran Covid-19 ini dapat selesai. Pengawasan pintu masuk merupakan hal penting dalam antisipasi penyebaran Covid-19,  terutama bagi penumpang dari daerah pendemi Covid-19", ujarnya.

(Foto: Okezone.com)

Baca juga: Kemiskinan, "Hantu" Ibu Kota saat Melawan Corona

Setiap orang yang masuk Sumbar berstatus Orang Dalam Pantau (ODP). Mereka wajib isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. 

"Namun yang terpenting adalah semua orang masuk ke Sumbar terinvetarisasi dengan jelas, ke mana tujuan mereka. Petugas pemantau daerah juga diharapkan melakukan pemantauan terhadap orang yang baru masuk di daerah masing-masing. Dari pos check point meneruskan laporan warga mana saja yang telah masuk di daerah tujuan penumpang tersebut,” ujarnya.

Saat ini 74 orang penumpang dari Malaysia telah dikarantina di STPD Baso.

"Mereka kita beri makan, juga ada ada 18 tenaga medis dan petugas keamanan. Mudahan-mudahan dengan karantina ini dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19, karena kita tidak tahu apakah mereka membawa virus tersebut atau tidak,” imbuhnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini