Nantinya, lanjut Saparudin, warga yang akan masuk Babel akan didata lewat aplikasi tersebut. Mereka akan diminta menginstal aplikasi Fight Covid-19 lalu mendapat gelang khusus agar bisa dipantau kemana saja aktivitas mereka selama 14 hari ke depan.
"Mereka bisa terus terpantau ada dimana, kita harapkan mereka terus ada di rumah supaya mereka tidak menjangkiti kalau mereka bawa dari luar virusnya. Mungkin mereka carier dan mereka tetap ada di rumah selama 14 hari," tuturnya.
Pendiri Fight Covid-19, Muhammad Alghazi mengatakan, aplikasi ciptaannya tersebut karena tak ingin semakin banyaknya tenaga medis yang menjadi korban terjangkit Covid-19.
Aplikasi Fight Covid-19 diharapkan bisa mengawasi warga yang menjadi ODP dan OTG saat pandemi corona ini.
"Jadi kami hanya mengambil data lokasi aja sehingga data Anda aman. Jadi kalau ada berita-berita tentang data nomor kontak, tidak akan karena hanya lokasi aja. Terus gelang itu sebenarnya penanda psikologi saja. Semoga kalian bisa di rumah saja sebagai pahlawan. Kalian pendatang juga bisa jadi pahlawan dengan di rumah saja," ujarnya.
Ia mengajak semua masyarakat untuk mendwonload aplikasi Fight Covid-19 guna membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Covid-19. Sehingga, aplikasi ini bisa digunakan masyarakat lebih luas lagi.
"Kalau misalnya nanti kalian download ya ntar gunakanlah sebaik mungkin terus kasih tahu teman kalian apalagi tetangga kalian. Ini edukasi penting, kalau sudah skala nasional nanti bakal bisa digunakan untuk menarik data dia kemana aja. Ini bisa penekanan klaster agar jangan sampai menyebar," tandasnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.