JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan masyarakat harus tetap tinggal di rumah, menghindari bepergian, dan tidak mudik sebagai cara mencegah diri tertular atau menularkan penyakit virus corona.
"Untuk mencegah tertular covid-19 yang pertama tetap tinggal di rumah, karena kita tidak pernah tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus," kata Yurianto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 25 April 2020.
Ia menuturkan, banyak sekali orang tanpa gangguan atau gejala membawa virus penyebab covid-19 di dalam tubuhnya. Mereka sama sekali tidak memiliki keluhan sakit atau mungkin keluhannya hanya bersifat sangat ringan sehingga menganggap diri tidak sakit.
Dia menerangkan, akibat ketidakmampuan diri dalam mengenali orang-orang tanpa gejala secara kasat mata atau dengan mata biasa, maka lebih baik tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi virus corona.
"Kita tidak bisa membedakan orang-orang seperti ini dengan mata biasa. Oleh karena itu, jangan bepergian, jangan mudik," kata Yurianto.

Dengan diam di rumah, menjaga jarak, menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah, tidak bepergian, dan tidak mudik setidaknya upaya ini dapat melindungi diri agar tidak tertular covid-19 atau menularkan penyakit itu ke orang lain.
"Kita harus memastikan kita tidak tertular atau malah mungkin kita yang menjadi sumber kita tidak menularkan ke orang lain," tuturnya.
Yurianto mengatakan bahwa tidak ada jaminan selama perjalanan yang dilakukan seseorang aman dari covid-19. Bahkan tidak ada yang bisa memastikan diri sendiri aman dari covid-19 jika bepergian, baik di dalam daerah episenter covid-19 ataupun antardaerah.
Ketika bepergian, lanjut dia, potensi penularan covid-19 akan besar dan bisa saja terjadi di mana pun, seperti saat berada di kendaraan umum, terminal, stasiun, bandara, tempat peristirahatan (rest area), maupun toilet umum sepanjang perjalanan.
"Mungkin dan akan sangat mungkin kita akan bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang lain yang tanpa gejala atau orang yang gejalanya sangat ringan di perjalanan," ujarnya.