Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seleksi Kartu Prakerja Dinilai Perlu Diserahkan ke Pemda

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 28 April 2020 |17:45 WIB
Seleksi Kartu Prakerja Dinilai Perlu Diserahkan ke Pemda
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan, usulan agar seleksi dan distribusi program Kartu Prakerja diserahkan ke pemerintah daerah (pemda) merupakan hal yang tepat, namun harus dimodifikasi menjadi dua bagian.

“Saya sepakat. Saya mendukung ide itu tapi dengan modifikasi Kartu Prakerja yang dibagi menjadi dua bagian,” kata Qodari dalam keterangannya, Selasa (28/4/2020).

Pertama, dijelaskan Qodari, orientasi terhadap evaluasi dan pelatihan sebaiknya dilakukan setelah pandemi Covid-19 selesai. Maka, program ini sebaiknya ditunda dulu.

Kedua, membuat program bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat korban PHK dan pengangguran akibat pandemi Covid-19. "Untuk bansos PHK dan pengangguran ini, uang dan manajemen seleksinya diserahkan saja kepada kepala daerah,” tuturnya.

Baca Juga: 8,4 Juta Orang Daftar Kartu Prakerja

Adapun bansos yang berjalan sekarang ada yang lewat daerah dan pemerintah pusat. Khusus bantuan PHK dan pengangguran, kata Qodari, sebaiknya diserahkan ke pemerintah daerah untuk mengelola mulai dari seleksi yang berhak menerima hingga distribusi.

Bila seperti itu proses distribusi bantuan akan lebih efektif. Selain itu, juga meringankan beban pemerintah pusat. Belajar dari pengalaman tertundanya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), karena jumlahnya besar dan dikelola pemerintah pusat.

ilustrasi foto: Okezone

Menurutnya, berat dengan kondisi seperti itu distribusinya. Tidak heran membuat kepala daerah, seperti Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Salim Landjar yang viral karena marah-marah lantaran mekanisme BLT penyaluran kepada warga yang terdampak corona.

Masalah teknisnya adalah masyarakat diminta membuka rekening, dan itu menjadi tidak mudah dengan data yang banyak. Lain hal kalau dananya dikirim ke daerah,kemudian daerah yang mengelola dan tinggal berkoordinasi dengan bank di daerah akan lebih mudah.

"Kepala daerah pasti mengetahui persis dinamika dan permasalahan masyarakat di lapangan, siapa yang usahanya tutup, siapa yang menganggur, itu bisa diseleksi dengan tepat dan tidak bisa diseleksi oleh program online. Kedua, ini juga akan membantu agar distribusinya juga lebih cepat karena dikelola oleh daerah," katanya.

Adapun usulan agar seleksi dan distribusi program Kartu Prakerja diserahkan ke pemda diutarakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Baca Juga: Kuota Peserta Kartu Pra Kerja Akan Ditambah

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement