Tega Mengusir 3 Perawat, Ibu Kos Ini Nangis saat Ditelpon Ganjar

Taufik Budi, Okezone · Selasa 28 April 2020 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 512 2205986 tega-mengusir-3-perawat-ibu-kos-ini-nangis-saat-ditelpon-ganjar-0Vv5jvE4kr.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menelefon langsung pemilik kos yang mengusir tiga perawat RSUD Bung Karno Surakarta. Ketiganya diminta angkat kaki dan mencari tempat tinggal lain karena khawatir tertular Covid-19.

"Saya tanya pemilik kos nangis-nangis, karena mereka merasa memang bingung karena suaminya ketakutan kalau nanti tertular. Dan suaminya punya sakit apa begitu," kata Ganjar, Senin 27 April.

"Setelah itu, 'Saya enggak ngusir Pak. Saya hanya memang ya demi baiknya kita semua tidak usah kos di sini', gitu bahasanya," cerita Ganjar sembari menirukan jawaban pemilik kos.

Kececewaan Ganjar semakin bertambah setelah mengetahui pemilik kos itu ternyata berprofesi sebagai bidan. Meski sebagai petugas medis, ternyata masih ada stigma terhadap petugas kesehatan lain yang langsung melakukan perawatan kepada pasien Covid-19.

"Maksudnya tidak ngusir tapi intinya tidak boleh ada di situ. Maka saya sampaikan kalau Anda itu bidan kok begitu. 'Soalnya suami saya kok Pak, saya sudah minta maaf'," lugas dia.

Ganjar lantas menyampaikan, profesi bidan tak kalah rentannya untuk tertular Covid-19. Terutama, ketika membantu proses persalinan pasien yang tidak menunjukkan gejala Covid-19.

"Waktu saya ingatkan, 'Ibu kan bidan, kalau Ibu suatu ketika menolong orang melahirkan dan orang melahirkan itu OTG (orang tanpa gejala) seperti yang terjadi di Rumah Sakit Kariadi terus Ibu ketularan gimana? Kami sih enggak minta itu," jelasnya.

Baca Juga : 8,4 Juta Orang Daftar Kartu Pra-Kerja

"Tapi kalau Ibu mendapat hukuman dari masyarakat terus kemudian dijauhi dari masyarakat, perasaannya gimana? Terus nangis dia, nangis dia," ungkap Ganjar.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat agar tak memunculkan stigma kepada petugas medis maupun pasien beserta keluarganya. "Edukasi memang harus kita tingkatkan untuk menghindari hal-hal semacam ini," lengkapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini