SEMARANG - Aktivitas Pasar Pagi di Kota Salatiga mendadak jadi sorotan di tengah pandemi Covid-19. Pasar tersebut didesain khusus di Jalan Sudirman, dengan jarak antara kios satu dengan yang lain dibatasi.
Selain itu, jarak antara pembeli juga diatur sedemikian rupa sehingga bisa menerapkan protokol kesehatan physical distancing. Pasar Pagi itu beroperasi mulai Senin 27 April, dan melayani sejak pembeli pukul 01.00 WIB sampai 06.30 WIB.
Pasar digelar mulai dari perempatan Jalan Pemotongan (Ex Hasil) sampai pertigaan Jalan Sukowati atau Reksa. Untuk aktivitas pasar itu, ruas Jalan Jenderal Sudirman ditutup mulai Tugu Bundaran Jam sampai dengan Pertigaan Reksa.
Untuk kendaraan yang mengarah ke Solo akan melalui Jalan Buksuling. Sedangkan kendaraan yang akan beraktivitas di Pasar Pagi diizinkan masuk sampai Pasar Raya II Salatiga. Area parkir berada di depan Pasar Raya II, di badan Jalan Jenderal Sudirman antara perempatan Jalan Pemotongan sampai Bundaran Tugu Jam.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah Pemkot Salatiga yang melakukan hal itu. Menurutnya, itu contoh yang sangat bagus diterapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Sebenarnya sudah lama saya usul penataan pasar itu kepada bupati dan wali kota. Idenya saya lihat di Myanmar, lalu saya share ke mereka para bupati wali kota, bisa tidak dilakukan. Ternyata Salatiga yang melakukan, hari ini saya tag di Instagram saya karena memang sangat menginspirasi," kata Ganjar, Selasa (28/4/2020).