Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertama di AS, Anjing Ras Pug Positif Virus Corona

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Rabu, 29 April 2020 |11:22 WIB
Pertama di AS, Anjing Ras Pug Positif Virus Corona
Anjing ras pug. (Foto/Wikimedia Commons)
A
A
A

NORTH CAROLINA – Seekor anjing ras pug di North Carolina, Amerika Serikat (AS) menjadi anjing pertama yang terinfeksi virus corona.

Winston, nama anjing itu, tinggal dengan bersama pemiliknya di Chapel Hill. Ia positif virus corona, setelah diuji oleh tim penelitian dari Universitas Duke usai pemiliknya terpapar virus corona.

Dr. Chris Woods, kepala penelitian Universitas Duke, mengatakan kepada WRAL-TV North Carolina meyakini, Winston menjadi kasus pertama anjing yang positif pertama.

Pemilik anjing, Heather McLean, mengatakan Winston mengalami batuk dan bersin, bahkan tidak mau makan sarapan.

"Anjing pugs, mereka suka makan," katanya. "Itu sangat tidak biasa," lanjutnya.

Putra McLean, Ben, mengatakan dia tidak terkejut bahwa Winston sakit.

“(Anjing) menjilati semua piring makan kami dan tidur di tempat tidur ibuku, dan kami adalah sering mencium wajahnya,” kata Ben.

Winston pulih setelah sakit selama beberapa hari.

Pusat Pengendalian Penyakit AS mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menularkan virus corona.

Dua kucing

Dua kucing peliharaan di negara bagian New York, Amerika Serikat dinyatakan positif virus corona. 

Kucing-kucing itu menderita penyakit pernapasan ringan dan diperkirakan akan sembuh. Pihak berwenang percaya mereka tertular virus pemiliknya atau lingkungan setempat. 

Kasus ini menjadi kasus pertama hewan peliharaan terpapar virus corona di AS. Pihak berwenang mengatakan tidak ada indikasi bahwa hewan itu menularkan virus ke manusia. 

“Kami tidak ingin orang-orang panik. Kami tidak ingin orang takut terhadap hewan peliharaan atau terburu-buru untuk mengujinya secara massal,” kata Dr. Casey Barton Behravesh, pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengutip Fox News, Jumat (24/4/2020). 

"Tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan memainkan peran dalam menyebarkan penyakit ini kepada manusia," lanjutnya. 

Panduan CDC merekomendasikan agar warga mencegah hewan peliharaan mereka berinteraksi dengan orang atau hewan di luar rumah mereka. 

Namun, pejabat kesehatan tidak merekomendasikan pengujian hewan peliharaan kecuali jika hewan diketahui telah terpapar COVID-19 atau memiliki gejala. 

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement