Share

Mata-Mata Berusaha Intip Rahasia Vaksin Virus Corona

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 01 Mei 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 18 2207783 mata-mata-berusaha-intip-rahasia-vaksin-virus-corona-1mdVzBIj8W.jpg Elisa Granato relawan dalam uji coba vaksin di Inggris. (Foto/BBC)

LONDON - Agen mata-mata asing telah melakukan pengintaian terhadap penelitian vaksin virus corona, kata seorang pejabat senior intelijen AS kepada BBC.

Bill Evanina, direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional, mengatakan pemerintah AS telah memperingatkan organisasi peneliti medis tentang risiko tersebut.

Tetapi dia tidak mengungkapkan apakah ada kasus yang dikonfirmasi tentang data yang dicuri.

Sumber keamanan Inggris mengatakan mereka juga melihat aktivitas serupa.

Operasi 'Warp speed'

Sejumlah pihak ikut dalam perlombaan internasional untuk menemukan vaksin Covid-19.

Para peneliti, perusahaan, dan pemerintah semuanya terlibat.

Upaya mereka dilindungi oleh agen mata-mata domestik dan dalam waktu yang sama menjadi sasaran pihak asing.

Organisasi Evanina memberikan masukan untuk melawan pekerjaan agen intelijen asing kepada pemerintah AS, pelaku bisnis, dan akademisi.

"Kami telah bekerja sama dengan industri dan pemerintah di sini untuk secara saksama memastikan mereka melindungi semua penelitian dan data sebaik mungkin," katanya.

"Kami menduga ada badan intelijen asing, termasuk Partai Komunis Tiongkok, yang akan berusaha mendapatkan apa yang kami buat di sini."

Pemerintah AS sedang berusaha membantu pembuatan vaksin dalam program yang dilaporkan bernama 'Operation Warp Speed'.

Negara mana pun yang menemukan formulasi vaksin pertama yang efektif dan aman, mungkin dapat memastikan warganya terlebih dahulu mendapat manfaat vaksin itu.

"Kami telah melakukan kontak dengan setiap organisasi medis yang melakukan penelitian untuk meminta mereka sangat, sangat waspada," tambah Evanina.

"Di dunia sekarang ini, tidak ada yang lebih berharga atau layak dicuri dibandingkan penelitian biomedis apa pun yang akan membantu menemuka vaksin virus corona."

Serangan rumah sakit

Pada pertengahan April, seorang pejabat FBI mengatakan ada "beberapa gangguan" ke lembaga yang melakukan penelitian terkait Covid.

Wakil asisten direktur, Tonya Ugoretz mengatakan data biomedis telah lama menjadi "target prioritas untuk spionase dunia maya" dan organisasi yang meneliti virus itu telah "ditandai".

Masih di bulan itu, asisten jaksa agung AS untuk keamanan nasional, John Demers, mengatakan akan "sangat absurd" untuk berpikir China tidak akan tertarik dengan penelitian seperti itu.

Pusat Keamanan Siber Kanada pada bulan Maret memperingatkan bahwa "pihak penyerang yang canggih dapat mencoba mencuri kekayaan intelektual organisasi yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan terkait dengan Covid-19."

Mata-mata AS dan negara barat lain juga mungkin tertarik pada apa yang sedang terjadi di China, termasuk perbedaan jumlah korban jiwa Covid-19 serta penelitiannya tentang vaksin dan perawatan pasien.

Ada juga kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang risiko serangan siber terhadap organisasi kesehatan, yang dapat mengganggu mereka menanggapi wabah tersebut.

Dua rumah sakit di Republik Ceko melaporkan mengalami serangan siber pada bulan April. Hal ini direspons pemerintah AS.

"Kami menyerukan kepada aktor yang bersangkutan untuk menahan diri untuk melakukan aktivitas siber yang mengganggu sistem perawatan kesehatan Republik Ceko atau infrastruktur serupa di tempat lain," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini