Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatan Dini BMKG, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada 19-22 Januari Akibat Bibit Siklon

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 19 Januari 2026 |07:25 WIB
Peringatan Dini BMKG, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada 19-22 Januari Akibat Bibit Siklon
Peringatan Dini BMKG, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada 19-22 Januari Akibat Bibit Siklon (Ilustrasi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem periode 19-22 Januari 2026. Hal ini dipengaruhi Bibit Siklon Tropis serta menguatnya seruakan dingin (cold surge) Asia.

1. Peringatan Dini BMKG

BMKG menyatakan, sirkulasi siklonik yang saat ini berada di selatan Nusa Tenggara Barat telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Selain faktor tersebut, terdapat suplai massa udara lembab yang dibawa monsun Asia yang aktif, bergerak lebih cepat dari Laut Cina Selatan menuju Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.

"Kombinasi keduanya membentuk dan menguatkan daerah konvergensi dalam skala yang luas di sekitar wilayah selatan Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, sehingga berperan penting dalam memicu pertumbuhan awan hujan intensif pada wilayah tersebut," demikian keterangan BMKG, dikutip Senin (19/1/2026).

BMKG melaporkan aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif melintasi Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, Perairan utara Maluku Utara – Papua, dan Pesisir Utara Papua. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut. 

Selain itu, gelombang ekuator terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Samudra Hindia barat Sumatra, sebagian Sumatera, sebagian Kalimantan, Maluku Utara, dan Perairan utara Papua, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut.

BMKG mengungkapkan, dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan seruakan dingin dari Benua Asia. Hal tersebut diindikasikan dengan perbedaan tekanan udara dari Gushi yang tinggi, disertai peningkatan kecepatan angin yang tinggi di Laut Cina Selatan yang memperkuat masuknya monsun Asia menjadi lebih cepat dan mudah melewati ekuator (nilai CENS yang signfikan), melalui Selat Karimata. 

Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, dan Pulau Jawa.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement