2.164 Paket Sembako Dibagikan kepada Buruh di Jateng yang Kehilangan Pekerjaan

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 02 Mei 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 512 2208115 2-164-paket-sembako-dibagikan-kepada-buruh-di-jateng-yang-kehilangan-pekerjaan-fmOArz4DgI.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membagikan paket sembako kepada buruh yang terdampak covid-19. (Foto: Taufik Budi/Okezone)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membagikan 2.164 paket sembako kepada buruh yang kehilangan pekerjaan. Dalam paket sembako juga terdapat komoditas langka yakni gula seberat 1 kilogram.

Sekadar diketahui, harga gula di pasaran makin tidak terkendali hingga melambung tinggi. Warga harus menebus mahal untuk mendapatkan gula yang harganya mencapai Rp19.000 per kilogram.

Padahal, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 acuan pembelian gula di petani ditetapkan Rp9.100 per kilogram. Sementara harga eceran tertinggi (HET) gula pasir tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kilogram.

"Untuk itu kami bantu dari Pemprov totalnya ada 2.164 buruh yang kita bantu sembako," kata Ganjar, Jumat 1 Mei 2020.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Terkait bantuan-bantuan itu, pemerintah kabupaten/kota akan menyalurkannya secara bertahap pada awal hingga pertengahan Mei ini. Ia menyatakan beberapa daerah sudah mengabarkan akan membagikan.

"Seperti Sragen, mulai Senin besok akan dibagikan," terangnya.

Ganjar melanjutkan, paket sembako yang diberikan kepada buruh semuanya senilai Rp200.000. Isinya berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti beras 10 kg senilai Rp130.000, gula pasir 1 kg senilai Rp13.000, minyak goreng 2 liter Rp25.000, ikan 1/2 kg senilai Rp15.000, dan mi instan 8 bungkus senilai Rp17.000.

"Selain dari pemerintah, kami mengajak perusahaan untuk ikut membantu. Berapa pun itu sangat berarti. Setidaknya kita bisa bikin ayem mereka, karena sebenarnya mereka saat ini deg-degan dan separuh panik, besok makan apa dan di mana. Mari kita bersama-sama bergotong royong memberikan perhatian kepada kawan-kawan buruh," tuturnya.

Di Jawa Tengah total buruh yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat virus corona per 29 April 2020 mencapai 50.563 orang. Mereka akan mendapat bantuan dari pemerintah.

Sebagian besar para buruh yang menjadi korban pandemi covid-19 bakal dibantu sembako oleh pemerintah daerah masing-masing. Namun, ada tiga daerah di Jateng yang tidak bisa memberikan bantuan untuk seluruh buruh, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Boyolali.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini