Ganjar melanjutkan, paket sembako yang diberikan kepada buruh semuanya senilai Rp200.000. Isinya berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti beras 10 kg senilai Rp130.000, gula pasir 1 kg senilai Rp13.000, minyak goreng 2 liter Rp25.000, ikan 1/2 kg senilai Rp15.000, dan mi instan 8 bungkus senilai Rp17.000.
"Selain dari pemerintah, kami mengajak perusahaan untuk ikut membantu. Berapa pun itu sangat berarti. Setidaknya kita bisa bikin ayem mereka, karena sebenarnya mereka saat ini deg-degan dan separuh panik, besok makan apa dan di mana. Mari kita bersama-sama bergotong royong memberikan perhatian kepada kawan-kawan buruh," tuturnya.
Di Jawa Tengah total buruh yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat virus corona per 29 April 2020 mencapai 50.563 orang. Mereka akan mendapat bantuan dari pemerintah.
Sebagian besar para buruh yang menjadi korban pandemi covid-19 bakal dibantu sembako oleh pemerintah daerah masing-masing. Namun, ada tiga daerah di Jateng yang tidak bisa memberikan bantuan untuk seluruh buruh, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Boyolali.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.