Pasien Positif Covid-19 Pertama di Ngawi, Berawal dari Sakit Pinggang

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 02 Mei 2020 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 519 2208021 pasien-positif-covid-19-pertama-di-ngawi-berawal-dari-sakit-pinggang-YIDAvhQBLG.jpg Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)

NGAWI – Seorang petani di Kabupaten Ngawi dilaporkan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Hal ini membuat Kabupaten Ngawi menambah daerah zona merah corona di Jawa Timur menjadi 37 menyisakan, satu Kabupatèn Sampang yang masih hijau.

Menariknya, sang petani asal salah satu desa di Kecamatan Walikukun ini diduga tertular corona saat bepergian ke Sragen dan Solo untuk berobat sakit pinggang.

Bupati Ngawi Budi Sulistiyono mengatakan, petani berusia 50 tahun ini sebenarnya tak memiliki kontak erat dengan pasien positif corona manapun. Bahkan dirinya juga tak bepergian ke lokasi yang terdapat pasien positif corona.

"Pasien positif Covid pertama di Ngawi ini merupakan seorang petani usianya 50 tahun. Dia ini tidak pernah ke mana-mana dan tidak pernah beraktivitas dengan melibatkan banyak orang," ucap Budi saat konferensi pers pada Jumat (1/5/2020) malam.

Namun, Budi menjelaskan, petani ini sempat menderita sakit pinggang pada April kemarin, dan berobat memeriksakan diri ke RSUD Sragen. Namun, lantaran harus melakukan MRI, ia memeriksakan diri ke RSUD dr Moewardi Solo.

"Saat menunggu giliran melakukan MRI ini pasien ditengarai batuk-batuk saat mengantri dan tim medis RSUD dr Moewardi Solo yang menangani Covid-19. Kemudian di-tracking dan langsung diisolasi karena terindikasi ada gejala Covid," tuturnya.

Setelah menjalani isolasi di RSUD dr Moewardi Solo sejak awal April ini, akhirnya hasil swab test-nya dinyatakan positif Covid-19 pada hasil swab test keduanya.

Baca Juga : Tertular Pasien, Tenaga Medis di Blora Positif Covid-19

"Hasil swab positif, tanggal 20 April hasilnya keluar. Ini swab kedua, kondisi menuju normal," katanya.

Di Kabupaten Ngawi baru ditemukan satu pasien positif corona. Sementara 19 orang masuk pasien dalam pengawasan (PDP) corona, dengan dua orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan 279 orang masuk orang dalam pemantauan (ODP).

Baca Juga : Pulang ke Kulonprogo, Santri Ponpes Temboro Magetan Positif Covid-19

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini