Share

Wali Kota Tegaskan Tak Ada Toleransi Berkumpul di Rumah Ibadah Selama PSBB Makassar

Herman Amiruddin, Okezone · Sabtu 02 Mei 2020 03:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 609 2207983 wali-kota-tegaskan-tak-ada-toleransi-berkumpul-di-rumah-ibadah-selama-psbb-makassar-DXRvxclI7K.jpg Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb. (Foto : Okezone.com/Herman Amiruddin)

MAKASSAR – Memasuki minggu kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar, Pj Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb secara tegas menyampaikan akan semakin tegas melakukan kontrol di lapangan.

Selama PSBB di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Iqbal mengatakan tidak ada toleransi untuk berkumpul, termasuk di rumah-rumah ibadah.

"Tidak ada toleransi untuk berkumpul, termasuk di rumah-rumah ibadah. baik di tepi jalan, di kompleks-kompleks maupun yang berada di pemukiman-pemukiman padat. Ini kami pertegas lagi menyusul rapid test semalam di salah satu masjid di daerah Tamalate. Ternyata ada tiga jamaah yang positif. Itu pertanda hati-hati, bahwa di tempat tersebut sudah ada beredar virus corona," kata Iqbal di Posko Induk Covid-19 Pemkot Makassar, Jumat (1/5/2020).

Iqbal menjelaskan tidak pernah memberi statement yang menganulir PSBB dengan memperbolehkan salat tarawih di masjid-masjid dalam kompleks yang bukan tepi jalan umum.

Kampanye Kompak Lawan Corona dan Ayo Lawan Corona

Karena menurut dia, setiap tempat berkumpul akan mengakibatkan potensi penyebaran virus corona yang sama besarnya.

Hanya, dikatakannya, masjid yang di dalam kompleks dan jauh dari jalan umum, jika ada yang tertular dan positif Covid-19 akan lebih mudah di-tracing karena jamaahnya tentu berada dari sekitar kompleks tersebut.

Namun, tetap tidak ada toleransi sama sekali dan untuk semua tempat-tempat ibadah agar ditutup untuk sementara. Untuk menghindari terjadinya transmisi lokal perpindahan virus corona tersebut.

Karena tidak pernah ada yang tahu siapa yang merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan siapa yang merupakan carrier yang bisa saja datang ke tempat tersebut dan akhirnya bisa menjakiti semua.

Contoh kasus, hasil rapid test di salah satu masjid di Tamalate terhadap 59 jamaahnya, menurut Iqbal, ditemukan 3 orang positif Covid-19.

"Oleh karena itu, baik di masjid, di gereja, di pura, wihara dan lain-lain segala aktivitas ibadah kami minta dihentikan sementara ini. Di minggu kedua ini kami akan semakin tegas sebab kita tidak mau (PSBB) ini harus diperpanjang. Jadi kita usahakan akan tegas sepanjang minggu kedua ini. Supaya tidak ada lagi kejadian transmisi-transmisi lokal,” tuturnya.

Namun yang paling penting kata Iqbal agar masyarakat tetap taat dan kalau bisa tidak ada kontak antara satu dan yang lainnya dan tetap di rumah.

"Jika kita taat, PSBB ini insya Allah akan berhasil," katanya lagi.

Iqbal menambahkan, selama PSBB minggu pertama ini banyak hal yang menjadi bahan evaluasi. Antara lain akan mengevaluasi perlunya diperkuat lagi pengawasan di dalam kota.

"Ternyata selama ini check point yang ada di perbatasan-perbatasan itu sudah efektif. Nah di dalam kota juga yang harus diperbanyak lagi," kata Iqbal.

Baca Juga : Pemkot Kediri Berdayakan Tukang Becak Antarkan Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19


Meski begitu, masih ada satu-dua yang terlihat tidak menggunakan masker dan kadang-kadang juga masih ada yang berboncengan motor. Menurutnya, hal ini akan lebih dipertegas lagi di check point yang ada dengan harapan ke depan masyarakat bisa lebih taat lagi.

Baca Juga : PSBB Jabar Disetujui, Penerapan di Bodebek dan Bandung Raya Otomatis Diperpanjang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini