DI TENGAH pandemi global Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona, para ilmuwan berusaha menemukan vaksin untuk menangkal penyebarannya. Mereka berusaha secepat mungkin mendapatkan pengobatan untuk penyakit yang telah menjangkiti lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan dampak besar bagi kehidupan manusia itu.
Proses pencarian vaksin tidak mudah dan terkadang membutuhkan waktu yang sangat panjang, bahkan hingga beberapa dekade, seperti upaya menemukan vaksin virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS yang sampai hari ini masih belum ada.
Namun, dalam beberapa bulan ini, telah ada beberapa pengobatan potensial dan vaksin yang dikembangkan untuk merawat pasien yang terinfeksi virus corona. Sejumlah vaksin juga telah memasuki tahap uji coba, bahkan ada obat anti virus yang sudah diizinkan untuk digunakan untuk merawat pasien Covid-19.
Berikut beberapa pengobatan dan vaksin untuk virus corona yang tengah dalam pengembangan atau digunakan dalam perawatan virus corona.
Remdesivir
Obat antivirus yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Gilead Sciences ini awalnya digunakan untuk mengobati penyakit Ebola dan virus-virus sejenisnya. Obat ini bekerja dengan menghentikan replikasi virus, dan pernah diuji untuk mengobati penyakit itu di Kongo pada tahun lalu.
Pengujian yang dilakukan terhadap 1.063 pasien Covid-19 di AS menunjukkan bahwa pasien yang diberikan remdesivir pulih lebih cepat, rata-rata dalam 11 hari, dibandingkan pasien yang tidak dirawat dengan obat ini, yang pulih rata-rata dalam 15 hari.
Pada Jumat (1/5/2020) Badan Administrasi Pangan dan Obat-obatan AS (FDA) telah menyetujui penggunaan remdesivir untuk merawat pasien Covid-19 di AS.
ChAdOx1 nCoV-19
Vaksin ini dikembangkan oleh Universitas Oxford di Inggris dan telah diuji coba terhadap kera rhesus di Laboratorium National Institutes of Health di Rocky Mountain, Montana, AS dengan hasil yang menggembirakan.
Menurut Vincent Munster, peneliti yang melakukan tes tersebut, setelah diinokulasi dengan ChAdOx1 enam kera rhesus dipapar virus corona baru dalam jumlah besar. Setelah 28 hari, ternyata semua kera itu diketahui tetap dalam keadaan sehat.