JAKARTA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menjaring sebanyak 410 tunawisma atau gelandangan di seputaran jalanan Jakarta selama bulan suci ramadhan dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ratusan tunawisma tersebut kemudian dibawa ke tempat penampungan sesuai wilayah admistratifnya masing-masing.
"Sudah lebih dari 410-an PMKS ya yang kita amankan, kita jangkau dari jalan jalan," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin saat berbincang dengan Okezone, Minggu (3/5/2020).
Ratusan tunawisma tersebut diamankan Satpol PP dari berbagai jalan protokol di Jakarta. Para tunawisma itu saat ini sudah berada di lima tempat penampungan untuk PMKS.
"Saat ini kita menjangkau mereka kita bawa ke GOR, ke GOR Tanah Abang, bukan hanya Tanah Abang. Jakarta Pusat ada GOR Tanah Abang, Jakarta Timur ada di GOR Ciracas. Kemudian, Kakarta Selatan ada di Pasar Minggu, Jakarta Utara ada di Sunter, Jakarta Barat ada di GOR Cengkareng," bebernya.
Arifin memastikan para tunawisma tersebut mendapatkan tempat dan kebutuhan makan yang laik. Namun memang, ada sebagian tunawisma yang sudah dijemput oleh keluarganya karena memang memiliki tempat tinggal.
"Ya memang hanya saja ada beberapa yang ternyata dia punya keluarga, dijemput keluarganya disuruh pulang, punya saudara jemput pulang," jelasnya.
Baca Juga : Bocah Berusia 2 Tahun Sembuh dari Corona
Arifin memastikan bahwa ratusan orang yang diamankan tersebut bukan pekerja yang dipecat atau di-PHK oleh perusahaannya hingga tak mampu membayar kostan. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, mereka yang dijaring memang para gelandangan yang tidak punya pekerjaan.
"Nah jadi saya ingin luruskan, tidak pernah kita dapatkan yang berkaitan dengan di-PHK, tetapi memang mereka itu adalah orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap sehingga dia menggelandang, menjadi pemulung, ada juga pengemis, termasuk juga tadi ada manusia gerobak," ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)