Ia juga meminta jajarannya membuka data penerima bansos secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan. Bila ada kesalahan di lapangan maka harus segera dikoreksi.
"Saya juga minta data penerima bansos dibuka secara transparan. Siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa, sehingga jelas tidak menimbulkan kecurigaan, dan kita bisa segera melakukan koreksi di lapangan," imbuhnya.
Selaras dengan itu, Jokowi menekankan jadwal distribusi bansos ke masyarakat dapat diatur untuk menghindari penumpukan. Pasalnya untuk menangani wabah virus corona ini ada bansos dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah dan desa.
Baca juga: Jokowi Soroti Potensi Persebaran Corona di Kluster Pekerja Migran hingga Industri