Tapi, di lapangan ajakan itu tak selalu dipatuhi. Penumpang tetap saling berdekatan dalam gerbong saat jam sibuk; berangkat dan pulang kerja.
Evi Yulianti bersaksi saat naik KRL pagi dan sore. “Kalau pagi jam kerja antara jam 6-8 masih terbilang cukup rapat. Sore juga masih padat biasa pukul 16.30-17.00 WIB,” katanya.
KCI mencatat jumlah penumpang KRL sebelum pandemi corona mencapai 1 hingga 1,1 juta per hari. Namun, sejak 24 April atau saat larangan mudik mulai berlaku, jumlahnya tak sampai 200 ribu orang per hari.
Menurut Anne, KRL masih padat karena banyak perusahaan di Jakarta tetap mewajibkan karyawannya masuk kantor meski lagi PSBB. "Banyak perusahaan yang belum menginstruksikan karyawan bekerja dari rumah," ujar Anne.
Baca juga: 3 Penumpang KRL Positif Corona, PT KCI Ajak Pemda Kerja Sama
Masyarakat yang terpaksa naik KRL untuk bekerja diminta tetap mematuhi protokol kesehatan. "Kami tetap berupaya meningkatkan berbagai upaya pencegahan terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan prokotol pencegahan Covid-19 di transportasi publik, physical distancing, dan mengendalikan kepadatan pengguna di KRL."
PT KCI meminta bantuan pemerintah daerah agar masyarakat mematuhi physical distancing.
KRL Diminta Setop
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie menilai, pemerintah sudah layak menghentikan sementara operasional KRL selama PSBB di Jabodetabek, agar jangan bertambah lagi yang tertular corona.
"Seharusnya pemerintah juga tanggap supaya ini hentikan (operasional) KRL," ujarnya menanggapi tiga penumpang KRL positif corona.
Menurut Syarif, physical distancing sulit berjalan jika KRL masih beroperasi. “Di situ tidak akan terjadi physical distancing karena itu tetap berdesak-desakan," tuturnya.
Penilaian serupa diungkapkan Hermawan Saputra. “Selama PSBB dilakukan di DKI dan Jawa Barat seharusnya moda transportasi publik seperti kereta itu disetop sementara,” katanya.
“Apa gunanya meneriakan PSBB di perkantoran, tetapi di hulunya transportasi saat media menuju kantornya ramai-ramai?”
Gubernur Ridwan Kamil, Gubernur DKI Anies Baswedan dan kepala daerah lain di Bodebek sudah minta agar KRL setop sementara.
Tapi, Kemenhub menolaknya. KRL tetap diizinkan beroperasi dengan membatasi jumlah penumpang. “Membatasi jam operasional, dan menempatkan petugas untuk mengawasi physical distancing," kata Dirjen Perekeretaapian Kemenhub, Zulfikri.
KRL dinilai masih banyak dibutuhkan masyarakat, jika berhenti beroperasi dikhawatirkan muncul masalah baru.
Reporter: Fadel Prayoga, Harits Tryan Akhmad
Dirangkum oleh Salman Mardira
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.