Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

7 Daftar Negara Mulai Longgarkan Aturan Lockdown

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2020 |11:59 WIB
7 Daftar Negara Mulai Longgarkan Aturan <i>Lockdown</i>
Warga New Delhi, India antre miras ketika pelonggaran lockdown. (Foto/Twitter)
A
A
A

Australia

Negara bagian terpadat Australia, New South Wales (NSW), mulai melonggarkan kuncian (lockdown) dan membuka kembali pantai-pantainya di tengah pengujian luas untuk membantu agar penurunan kasus baru tetap bertahan.

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan, Australia mencatat hanya satu kasus COVID-19 baru dari sumber yang tidak diketahui dalam 24 jam terakhir pada Selasa (28/4/2020), menunjukkan bahwa penularan komunitas hampir berhenti. Dia menyatakan bahwa saat ini Australia tengah unggul dalam peperangan melawan virus corona.

"Kita meraih kemenangan, tetapi kita belum menang," katanya sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa. 

Malaysia 

Melansir dari Channel News Asia, longgarnya lockdown di Malaysia pada Senin, 4 Mei menimbulkan keramaian di beberapa titik di kota Melaka, salah satunya pasar dan pusat perbelanjaan. 

Pemerintah Malaysia tengah menerapkan kebijakan yang diberi nama Perintah Kontrol Gerakan Bersyarat (PKGB), guna mengganti Perintah Kontrol Gerakan (PKG). 

Aturan baru ini, memperbolehkan toko dibuka kembali dan para warga diperbolehkan mengendarai mobil pribadi dengan batas maksimal 4 orang. 

Dirjen Kesehatan Malaysia Noor Hisyam Abdullah mengatakan bahwa kebijakan baru ini merupakan upaya melonggarkan lockdown. 

“Salah jika masyarakat berpikir pemerintah telah mengangkat PKG dan mereka dapat merayakannya,” ujarnya mengutip Malaysia Mail. 

Amerika Serikat 

Sebanyak 39 negara bagian di Amerika Serikat (AS) melonggarkan peraturan lockdown. 

Salah satunya yang melonggarkan adalah Georgia.Begitu dilonggarkan, sejumlah warga bepergian ke pantai dan berjemur. 

Sedangkan Gubernur New York Andrew Cuomo memilih untuk tetap melakukan penguncian. Menurutnya pelonggaran itu terlalu prematur.

“Perlu lebih dulu pemahaman mengenai virus corona baru ini,” katanya mengutip Reuters.

"Gunakan informasi untuk menentukan tindakan, bukan emosi, bukan politik, bukan apa yang dipikirkan atau dirasakan orang, tetapi apa yang kita ketahui dari fakta," tuturnya. (fzy)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement