Jaringan Televisi Terbesar Filipina Diperintahkan untuk Menghentikan Operasi

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 05 Mei 2020 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 05 18 2209686 jaringan-televisi-terbesar-filipina-diperintahkan-untuk-menghentikan-operasi-M7UWbLTje8.jpg Foto: Getty Images.

MANILA – Stasiun televisi terbesar Filipina, ABS-CBN telah diperintahkan untuk menghentikan seluruh operasinya setelah sekutu Presiden Rodrigo Duterte di Kongres menolak untuk memperbaharui izin operasi 25 tahun stasiun televisi itu. Kelompok pengamat mengecam tindakan tersebut sebagai serangan terhadap pers bebas.

Diwartakan Al Jazeera, dalam sebuah perintah yang dikeluarkan pada Selasa (5/5/2020), badan pemerintah yang ditugaskan untuk memberikan lisensi penyiaran mengatakan bahwa ABS-CBN "tidak memiliki Lisensi Kongres yang valid, sebagaimana disyaratkan oleh hukum" sehingga jaringan itu harus menghentikan berbagai operasi televisi dan radionya.

Menjelang batas waktu 4 Mei, Jaksa Agung Duterte Jose Calida mengatakan tidak ada dasar hukum untuk memberikan ABS-CBN Broadcasting Corporation bahkan lisensi sementara karena menunggu persetujuan dari Kongres, mengancam akan menuntut setiap pejabat pemerintah yang menentang perintah tersebut.

Presiden Rodrigo Duterte telah lama mengungkapkan kekesalannya pada stasiun televisi yang dimiliki oleh salah satu keluarga terkaya di Filipina itu.

Duterte mengklaim bahwa ABS-CBN telah menolak untuk menjalankan iklan politiknya selama musim kampanye - tuduhan yang ditolak jaringan tersebut. Liputan ABS-CBN tentang perang terhadap narkoba Duterte, yang telah menewaskan ribuan orang, juga membuat marah sang presiden.

Dalam banyak kesempatan, Duterte telah mengancam untuk memblokir pembaruan lisense jaringan itu, sambil menyarankan agar pemilik ABS-CBN harus menjual perusahaannya untuk memecahkan kebuntuan. Pada saat yang sama, ia bersikeras bahwa para pemimpin pilihannya di Kongres bebas untuk memutuskan masalah ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini