Ada 48 Kasus DBD di Madiun, 1 Pasien Meninggal Dunia

Agregasi Solopos, · Rabu 06 Mei 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 519 2210107 ada-48-kasus-dbd-di-madiun-1-pasien-meninggal-dunia-DQiD4IrbDJ.jpg Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue. (Foto: Shutterstock)

MADIUN — Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Tercatat sepanjang 2020 ini ada 48 kasus DBD di sana, 1 pasien di antaranya meninggal dunia. DBD sendiri dilaporkan tidak kalah mematikan dari corona virus disease (covid-19).

"Sudah ada pasien meninggal akibat DBD 1 orang. Masih anak-anak yang meninggal. Itu terjadi Januari 2020," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Amam Santosa, Selasa 5 Mei 2020, dikutip dari Solopos.

Baca juga: Penyakit Chikungunya 'Teror' Warga Karanganyar 

Ia menyatakan untuk jumlah kasus DBD ini tersebar di sejumah kecamatan di wilayah Kabupaten Madiun. Paling banyak ada di Kecamatan Saradan dengan 12 kasus, Kecamatan Pilangkenceng 6 kasus, dan Kecamatan Balerejo 5 kasus.

Ilustrasi pasien DBD. (Foto: Istimewa)

Persebaran kasus DBD, lanjut dia, secara terperinci pada Januari ada sebanyak 14 kasus dan meninggal 1 orang. Februari ada 15 kasus, Maret 10 kasus, dan April 9 kasus.

Terkait penanganannya, kata Amam, ketika ada kasus maka petugas akan melakukan penindakan di sekitar rumahnya. Kalau memang diperlukan akan dilakukan pengasapan (fogging).

Baca juga: DPR: Daerah Rawan DBD Harus Dapat Perhatian Khusus! 

Dia menyampaikan saat ini kasus DBD masih menjadi ancaman masyarakat. Maka itu, semua pihak diminta tidak melalaikan kebersihan lingkungan.

Meskipun saat ini kondisinya masih menghadapi wabah virus corona, masyarakat juga tidak boleh lengah terhadap ancaman DBD.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini