Sementara pertimbangan yang meringankan yakni, terdakwa dinilai jaksa bersikap sopan selama pemeriksaan di persidangan, mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya.
ICW mengkritik tuntutan tersebut. Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan bahwa KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri tidak serius dalam memberantas korupsi. Bahkan, ICW menilai KPK terkesan melindungi beberapa pihak di kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini.
"Tuntutan ringan KPK terhadap Saeful Bahri ini berimplikasi serius, yakni menjauhkan efek jera pada koruptor," kata Kurnia, melalui pesan singkatnya.
(Rizka Diputra)