Share

Tuntut Kejelasan Bansos, Puluhan Sopir Angkot di Malang Geruduk Balai Kota

Avirista Midaada, Okezone · Senin 11 Mei 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 519 2212266 tuntut-kejelasan-bansos-puluhan-sopir-angkot-di-malang-geruduk-balai-kota-V5wCxoJHCJ.JPG Sopir angkot di Malang gelar aksi unjuk rasa tuntut kejelasan bansos (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Puluhan sopir angkutan kota (angkot) menyambangi Kantor Balai Kota Malang untuk menanyakan kejelasan bantuan sosial (bansos) yang bakal diterima imbas pandemi virus corona (Covid-19).

Mereka telah tiba di Kantor Balai Kota Malang sejak pukul 09.00 WIB. Puluhan mobil angkot mereka diparkir di jalan kawasan Bundaran Tugu Malang, sehingga setengah badan jalan pun dipenuhi angkot.

Para sopir angkot itu melakukan audiensi pertemuan dengan pihak Pemkot Malang menanyakan kejelasan nasib mereka di tengah pandemi corona, terlebih nantinya Malang Raya juga berencana menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mereka ditemui langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Malang Wasto, hingga Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Handi Priyanto.

"Sudah dua bulan lalu, kurang lebih 15 Maret 2020, dampak Covid-19 terutama transportasi terpukul sekali. Semenjak hari ini hampir dua bulan, terutama masalah bantuan yang disalurkan lewat pemerintah pusat, provinsi, dan pemda, belum ada kejelasan," ujar Ketua Organda Kota Malang, Rudi Susanto membuka audiensi di Kantor Balai Kota Malang, Senin (11/5/2020).

Sopir Angkot di Malang

Ia mewakili segenap rekan pengemudi menanyakan nasib bansos berikut mekanisme yang dinilainya cukup membingungkan. Tak hanya itu, para sopir angkot ini juga memastikan nasib PSBB Malang Raya yang akan segera diajukan kepada pemerintah provinsi (pemprov).

"Kami juga ingin menanyakan mekanisme penerapan PSBB di Malang. Apakah nanti teknisnya sama dengan kota lainnya seperti di Surabaya atau Jakarta," ucapnya.

Di sisi lain, salah seorang sopir angkot, Slamet mengaku hanya bisa mengikuti langkah pemerintah untuk mengajukan PSBB meski dirinya sudah hampir dua bulan tak ada pendapatan.

"Saya kalau PSBB itu ikut pemerintah saja baiknya bagaimana. Jujur kalau melihat informasi yang beredar saya pribadi takut tertular corona itu. Makanya kita ikuti saja," kata Slamet.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini